Gagal Target Vaksinasi Guru, DPR Dorong Nadiem Lakukan Diplomasi Vaksin

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 26 Agu 2021 13:31 WIB
Ratusan tenaga pendidik menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi itu dilakukan agar sekolah bisa memulai belajar tatap muka pada tahun ajaran baru.
DPR mendorong Kemendikbudristek mempercepat penuntasan vaksinasi guru (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Target Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk segera menuntaskan program vaksinasi guru dan tenaga kependidikan belum terealisasi. Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang membidangi pendidikan meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim segera melakukan diplomasi vaksin.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyatakan vaksinasi guru membutuhkan langkah cepat dari Kemendikbudristek. Data Komisi X DPR dari 5,6 juta guru dan tenaga kependidikan, baru 1,9 juta orang yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua.

"Mau nggak mau harus ada akselerasi dari target bulan Juli akhir ini. Perlu effort lebih dari Kemendikbud. Lakukan diplomasi vaksin. Lobi dan deal dengan Kemenkes. Kita harus memperlakukan guru sama dengan tenaga kesehatan," ujar Syaiful dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

Syaiful menuturkan terkait vaksinasi guru ini, Kemendikbudristek sudah beberapa kali merevisi target. Awalnya ditargetkan tuntas pada akhir bulan Juni karena ada kesepakatan salah satu syarat dibukanya sekolah adalah semua guru telah mendapatkan vaksin.

Kemudian pada rapat kerja dengan DPR 31 Mei 2021, Nadiem menyatakan target ketercapaian vaksinasi guru mundur di akhir Juli atau paling telat akhir bulan Agustus. Namun di minggu keempat Agustus angka vaksinasi guru belum mencapai 50 persen. "Artinya ada masalah (vaksinasi guru)," kata Syaiful yang juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Menurut Syaiful, harapan Kemendikbudristek untuk secepatnya menggelar pembelajaran tatap muka tidak sejalan dengan perjuangan penuntasan vaksinasi guru dan tendik.

"Kemarin (saat Raker) mas Nadiem melakukan pengalihan isu bahwa buka dan tidaknya tergantung dari level PPKM. Padahal di awal itu syarat pembukaan sekolah penuntasan vaksinasi guru. (Pengalihan isu) Itu karena target tidak tercapai," ujarnya.

Dalam rapat kerja dengan DPR, Rabu (25/8/2021), Nadiem Makarim mengakui hingga memasuki pekan terakhir Agustus, angka vaksinasi guru dan tenaga kependidikan belum mencapai 50 persen. Ia optimistis dalam sepekan laju vaksinasi bisa menembus 50 persen, baik untuk dosis pertama maupun kedua.

Nadiem menyebut vaksinasi guru akan menjadi perhatian Kemendikbudristek. Dia mengakui, laju vaksinasi di beberapa daerah masih cukup tertinggal. Namun, percepatan akan terus dilakukan seiring dimulainya pembelajaran tatap muka.

"Memang ada beberapa yang ketinggalan tapi itu akan menjadi komitmen kami bersama pusat untuk terus memprioritaskan guru dan tenaga kependidikan, agar PTM terbatas itu seaman mungkin," kata Nadiem.



Simak Video "Dear Guru Honorer, Catat Nih Janji Dari Mas Menteri Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia