Pelajar Pekalongan Mulai Divaksinasi, Asa Sekolah Tatap Muka Mengemuka

Robby Bernardi - detikEdu
Senin, 19 Jul 2021 14:16 WIB
Suasana vaksinasi pelajar di SMAN Bojong, Senin 19 Juli 2021 Foto Robby Bernardi
Foto: Suasana vaksinasi pelajar di SMAN Bojong, Senin 19 Juli 2021 Foto Robby Bernardi
Pekalongan -

Program vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Pekalongan mulai Senin (19/07/2021) ditujukan untuk kalangan pelajar dan remaja usia 12-17 tahun. Sebanyak 1.630 pelajar mendapatkan vaksin di SMA Negeri Bojong dan SMK Kedungwuni dari target 93.058 siswa.

Bagi pelajar, vaksinasi ini sebagai asa tersendiri bagi mereka, untuk bisa mulai pembelajaran tatap muka di tengah pendemi COVID-19 seperti saat ini. Mereka mengaku jenuh hampir dua tahun tidak berangkat sekolah.

"Ini vaksin pertama. Ya, Harapan saya semua lancar, dan kita bisa belajar lagi di sekolah. Bosan dan kurang mengerti saat harus daring," kata Widiaputri kelas XII SMAN Bojong, Senin (19/7/2021) pada wartawan.

Sementara Makmur pelajar kelas XII, mengharapkan hal yang sama. Setahun lebih dengan pembelajaran daring, dirinya merasa kurang memahami banyak materi.

"Saya selama masuk SMA hingga kelas 12 ini, hanya setahun sekolah, selebihnya setahun hampir dua tahun ini tidak sekolah, hanya daring," katanya. "Saya kangen suasana sekolah. Bisa bergaul sama teman-teman di sekolah. Kalau lewat daring membosankan."

Di lokasi yang sama, Kepala SMAN Bojong, Bambang Wuradi, pada detikcom, para orang tua murid terus mendesak sekolah untuk mengadakan belajar tatap muka. Namun, suasana pendemi Corona, menjadi hambatan sendiri.

"Kalau desakan terus ya dari orangtua yang selalu menanyakan itu (PTM). Namun mau bagaimana lagi kondisinya memang seperti ini," katanya.

Bambang juga menyebut salah satu kendala pembelajaran daring yakni sebagian besar anak tidak mengikuti pelajaran satu jam dengan penuh. "Ada juga yang hanya mengikuti didepan menjawab salam, dan akhirnya saja. Ada juga yang memang rajin mengikuti dari awal sampai akhir," katanya.

Para guru mengharapkan kondisi pendemi COVID-19 ini bisa lekas dikendalikan agar belajar tatap muka bisa kembali digelar.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar menjelaskan pihaknya akan menyasar 93.058 remaja/pelajar dan santri di Kabupaten Pekalongan.

"Ya ini adalah launching pertama kita untuk vaksinasi bagi para pelajar, santri sasaran kita ada 93.058, kita akan jemput bola," katanya.

Perlu di ketahui serapan pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Pekalongan sendiri tercatat dari data Dinas Kesehatan Pekalongan, hingga 17 Juli 2021, tercatat jumlah kumulatif sasaran 757.881, dengan penyerapan vaksinasi dosis pertama mencapai 69.265 atau 9,26 persen, sedangkan dosis kedua mencapai 35.770 atau 4,78 persen.

Jumlah tersebut terdiri dari kategori tenaga Kesehatan, petugas publik, lansia serta sasaran masyarakat rentan dan umum. Dari tenaga kesehatan yang berjumlah 2.814 , dosis pertama serapan 2.946 atau 104,69 persen. Sedangkan dosis kedua yakni serapan 2.743 atau 97,48 persen.

Serapan vaksinasi petugas publik, yang mencapai 70.528 orang, pada dosis pertama vaksinasi pada 35.570 atau 50,43 persen, sedangkan dosis kedua mencapai 20.288 atau 28,77 persen.

Vaksin untuk lansia dengan target 73.847, pada dosis pertama mencapai 17.156 atau 23,23 persen dan dosis kedua 8.505 atau 11,52 persen.

Sedangkan sasaran untuk masyarakat rentan dan umum dengan sasaran 507.634, vaksinasi dosis pertama, 13.584 atau 2,68 persen sedagkan dosis kedua 4.234 atau 0,83 persen.



Simak Video "Antrean Vaksinasi Ribuan Pelajar SMP Gowa Timbulkan Kerumunan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia