Selama Pandemi COVID-19, Jumlah Pendaftar Siswa SD Turun di 612 Sekolah Ini

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 09 Jul 2021 09:33 WIB
Siswa-Siswi kelas 5 menjalani ujian penilaian akhir sekolah di SD Negeri Kota Baru 2 dan 3, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). Ujian ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapakan protokol kesehatan yang ketat dan membagi beberapa sesi kelas untuk ujian. Satu kelas terdiri dari 15 anak. Ujian ini berlangsung hingga 12 Juni 2021. Hanya kelas 4 dan 5 yang melakukan ujian tatap muka kelas lainnya laksanakan ujian secara daring.
Foto: Agung Pambudhy/Selama Pandemi COVID-19, Jumlah Pendaftar Siswa SD Turun di 612 Sekolah Ini
Jakarta - Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) melakukan analisis terkait dampak pandemi pada kelompok anak-anak yang rentan. Tercatat, ada kecenderungan penurunan angka pendaftaran siswa baru di kelas awal pada 612 SD/MI di Indonesia.

"Selain itu juga ditemukan kecenderungan penurunan angka pendaftaran siswa baru di kelas awal tahun ajaran baru 2021/2022 jika dibandingkan tahun lalu," ujar Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Kemendikbudristek Suhadi, dikutip dari laman resmi Ruang Guru PAUD Kemdikbud, Jumat (9/7/2021).

Menurut hasil laporan awal analisis INOVASI, dalam aspek keterampilan dasar serta dampaknya pada kelompok anak-anak yang rentan selama pandemi, 612 sekolah tersebut terletak di 20 kabupaten atau kota yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia.

"Adapun, kedelapan provinsi tersebut adalah Jambi, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara," bunyi keterangan tertulis dari Suhadi tersebut.

Tercatat, persentase terbesar anak tidak sekolah pada analisis situasi tersebut terjadi pada keluarga dengan penghasilan paling rendah.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Batunyala NTB Lombok Tengah Ni Ketut Mayoni menambahkan bahwa keberhasilan pembelajaran yang adaptif di sekolah pada masa pandemi, tidak bergantung pada proses dan pencapaiannya.

Namun, keberhasilan bergantung pada tiga aspek inti, di antaranya adalah menjaga kesehatan dan kenyamanan warga sekolah sesuai prokes. Hngga, mengejar ketertinggalan kecakapan dasar dalam hal literasi, numerasi dan karakter siswa.

"Dan terus menjalin keterlibatan wali murid dan orang tua dalam membantu anak-anaknya, dan menjaga keaktifan, serta kemandirian belajar anak-anak," tutup Mayoni.

Simak Video "Kasus Turun Namun Banyak Provinsi Belum Update Data Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia