PTM Terbatas, Ini Prokes di 4 Lokasi yang Wajib Diterapkan

Kristina - detikEdu
Kamis, 17 Jun 2021 18:33 WIB
Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Ibu Kota, masih tetap berjalan di tengah lonjakan COVID-19. Salah satunya di Sekolah Memecah Pertama (SMP) Yamas, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.
PTM Terbatas, Ini Prokes di 4 Lokasi yang Wajib Diterapkan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas akan dimulai bulan depan, Juli 2021. Pemerintah mengimbau seluruh warga satuan pendidikan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan PAUD Dikdasmen di Masa Pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu. Setidaknya, ada 4 lokasi yang menjadi perhatian dalam penerapan prokes.

Keempat lokasi tersebut antara lain 1) di rumah, yakni sebelum berangkat sekolah, 2) selama perjalanan menuju sekolah, 3) di sekolah, mulai dari masuk gerbang hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dan setelahnya, dan 4) pulang dari sekolah, termasuk di rumah.

Berikut prokes bagi warga satuan pendidikan di 4 lokasi dalam PTM terbatas bulan depan:

Di rumah sebelum berangkat sekolah

1. Sarapan sehat/makan pagi sehat. Yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral sesuai kebutuhan porsi sekali makan yang benar.

2. Pastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala: suhu ≥37,3°C, atau keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas.

3. Pastikan menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau 2 (dua) lapis yang dalamnya diisi tisu dengan baik dan membawa masker cadangan serta membawa pembungkus untuk masker kotor.

4. Sebaiknya membawa hand sanitizer.

5. Membawa makanan beserta alat makan dan air minum sesuai kebutuhan.

6. Wajib membawa perlengkapan pribadi, meliputi: alat belajar, alat ibadah, alat olahraga, dan alat lain, sehingga tidak perlu pinjam meminjam.

Selama perjalanan menuju sekolah

1. Menggunakan masker dan tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter.

2. Hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, dan menerapkan etika batuk dan bersin setiap waktu.

3. Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/antar-jemput

Di sekolah

Sebelum masuk gerbang:

1. Pengantaran dilakukan di lokasi yang telah ditentukan.

2. Mengikuti pemeriksaan kesehatan meliputi: pengukuran suhu tubuh, gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/ atau sesak nafas.

3. Melakukan CTPS sebelum memasuki gerbang satuan pendidikan dan ruang kelas.

4. Untuk tamu, mengikuti protokol kesehatan di satuan pendidikan.

Selama KBM:

1. Menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

2. Menggunakan alat belajar, alat musik, dan alat makan minum pribadi.

3. Dilarang pinjam-meminjam peralatan.

4. Memberikan pengumuman di seluruh area satuan pendidikan secara berulang dan intensif terkait penggunaan masker, CTPS, dan jaga jarak.

5. Melakukan pengamatan visual kesehatan warga satuan pendidikan. Jika ada yang memiliki gejala gangguan kesehatan, harus mengikuti protokol kesehatan satuan pendidikan.

Selesai KBM:

1. Tetap menggunakan masker dan melakukan CTPS sebelum meninggalkan ruang kelas.

2. Keluar ruangan kelas dan satuan pendidikan dengan berbaris sambil menerapkan jaga jarak.

3. Penjemput peserta didik menunggu di lokasi yang sudah disediakan dan melakukan jaga jarak sesuai dengan tempat duduk.

Pulang dari sekolah

Di perjalanan:

1. Menggunakan masker dan tetap jaga jarak minimal 1,5 meter.

2. Hindari menyentuh permukaan benda-benda, tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

3. Membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan transportasi publik/antar-jemput

Di rumah:

1. Melepas alas kaki, meletakan barang-barang yang dibawa di luar ruangan dan melakukan disinfeksi terhadap barang-barang tersebut, misalnya sepatu, tas, jaket, dan lainnya.

2. Membersihkan diri (mandi) dan mengganti pakaian sebelum berinteraksi fisik dengan orang lain di dalam rumah.

3. Tetap melakukan PHBS khususnya CTPS secara rutin.

4. Jika warga satuan pendidikan mengalami gejala umum seperti suhu tubuh ≥37,3°C, atau keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas setelah kembali dari satuan pendidikan, warga satuan pendidikan tersebut diminta untuk segera melaporkan pada tim kesehatan satuan pendidikan.

Seperti diketahui, beberapa sekolah telah menerapkan PTM terbatas, termasuk di wilayah DKI Jakarta. Tercatat ada 226 sekolah di DKI Jakarta yang melakukan uji coba sekolah tatap muka bertahap, 9 Juni 2021 lalu.



Simak Video "PTM Juli 2021 Masih Melihat Pertimbangan Zonasi Risiko"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia