Apakah Belajar dari Rumah Pengaruhi Hasil SBMPTN 2021? Ini Kata LTMPT

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 15 Jun 2021 16:40 WIB
Pelajar SMA di Banjarnegara, Satria Adi Pamungkas membuat manisan salak untuk beli kuota demi belajar online, Rabu (19/8/2020).
Seperti apa nilai SBMPTN 2021 setelah setahun lebih para siswa harus menempuh pembelajaran jarak jauh? Foto Ilustrasi : Uje Hartono/detikcom
Jakarta - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan hasil SBMPTN 2021 yang masih digelar di tengah pandemi COVID-19. Seperti diketahui, para peserta SBMPTN tahun ini telah menjalani belajar online sejak Maret 2020 lalu.

Lalu adakah pengaruh pembelajaran jarak jauh terhadap nilai SBMPTN 2021? Ketua LTMPT Mohammad Nasih mengatakan rata-rata nilai UTBK SBMPTN 2021 tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

"Ini bisa kita lihat bahwa dari rata tertinggi dan lain-lain nampaknya tidak ada perubahan yang cukup berarti artinya kurang lebih sama dibandingkan tahun-tahun yang lalu," ujar Nasih dalam konferensi pers virtual, Senin (14/6/2021).

Hanya saja menurut Nasih masih dibutuhkan analisis lebih mendalam. "Tentu membutuhkan waktu dan biasanya kami akan menyampaikannya dalam beberapa minggu ke depan setelah semua data kita terkumpul," katanya.

Nasih juga menekankan UTBK SBMPTN 2021 bukan tes evaluasi atas hasil belajar melainkan untuk melihat potensi ke depan dari masing-masing peserta.

"Ini yang menurut saya penting dipahami bahwa memang ada materi-materi tertentu yang kurang lebih sama. Kisi-kisinya sama, tetapi model dan tujuan dari UTBK ini adalah melihat potensi ke depan dari masing-masing peserta," ujar Nasih.

"Jadi beda antara untuk tujuan evaluasi dengan untuk tujuan seleksi yang memang kita harapkan kita melihat yang bersangkutan bisa menyelesaikan studinya nanti ketika kuliah."

Menurut Nasih hubungan pandemi COVID-19 dan nilai SBMPTN 2021 tidak terlalu signifikan. Dirinya berpendapat hasil UTBK SBMPTN 2021 merupakan ukuran kapasitas dari masing-masing individu.

"Kalaupun ada naik turun berkaitan dengan pandemi itu tidak signifikan apalagi kalau kita bilang bahwa pandemi pun yang bersangkutan tetap bisa melakukan persiapan-persiapan bisa melakukan belajar-belajar mandiri yang tidak tergantung pada pembelajaran di sekolah saja," ujar Nasih.

"Dari posisi ini kita melihat bahwa kapasitas seseorang itu sesungguhnya sudah relatif agak stabil sehingga kalaupun ada hal-hal yang sifatnya berpengaruh itu tidak terlalu tinggi terlebih bahwa mereka tetap bisa melakukan persiapan-persiapan dengan sebaik-baiknya selama proses pandemi ini."

Selain itu Nasih juga memaparkan, sebanyak 732.704 peserta dari total 777.858 peserta dinyatakan eligible, yakni tidak ter-flag curang atau bolos dari proses UTBK SBMPTN 2021. Dari total peserta eligible, sebanyak 732.801 peserta menghadiri tes UTBK SBMPTN 2021, sehingga memiliki nilai UTBK SBMPTN 2021.

Adapun sebanyak 122 peserta didiskualifikasi dari proses UTBK SBMPTN 2021 karena foto yang tidak sesuai. Sementara itu, sebanyak 191 peserta didiskualifikasi karena terbukti melakukan pelanggaran dalam proses UTBK SBMPTN tahun ini. Adapun peserta yang tidak hadir di UTBK SBMPTN yakni sebesar 45.154 orang.

Nasih menambahkan, adapun peserta UTBK SBMPTN 2021 menurut kelompok pilihan prodi dari total peserta eligible yaitu 320.361 peserta kelompok saintek, 355.759 peserta kelompok soshum, dan 56.584 peserta kelompok saintek/soshum atau campuran.



Simak Video "Peserta UTBK Bersuhu 37,5 Derajat Lebih Harus Tes PCR Mandiri"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia