Pembelajaran Tatap Muka Berlangsung, Siswa SMKN 32 Praktik Buat Mayones

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 09 Jun 2021 14:49 WIB
SMKN 32 Jakarta
Foto: SMKN 32 Jakarta (Anatasia Anjani)
Jakarta - Rina Karmila, guru SMK 32 Jakarta ini mengaku sangat lega karena pembelajaran tatap muka di SMKN 32 Jakarta dapat berjalan dengan baik. Di SMKN 32 Jakarta, pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan sejak uji coba tahap 1 7 April 2021 lau.

Pada pembelajaran tatap muka, Rina mengungkapkan salah satu yang diutamakan yakni pembelajaran praktik. Salah satunya membuat mayones. Sekolah vokasi yang berlokasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ini memang fokus pada bidang tata boga, akomodasi perhotelan, dan tata busana.

Sebelum membuat mayones, para siswa harus mengenal bahan-bahan dan alat-alat terlebih dahulu.

"Nah kemudian pada pertemuan berikutnya kita memperlihatkan bumbu. Pertemuan berikutnya yaitu membuat produk yaitu mayones. Bahan dan alat semua disediakan, yang hanya diwajibkan oleh kami kepada siswa-siswi adalah berpakaian praktik. Nah kemudian memakai protokol kesehatan," ujar Rina pada awak detikEdu.

"Pelajarannya ini hanya untuk tahap satu yang berkaitan dengan praktik. Karena praktik ini tidak bisa dilakukan sepenuhnya di rumah. Kalau di sekolah lebih lengkap peralatannya dan bahannya. Nah di rumah ini peralatannya terbatas. Jadi kalau misalnya mau bertanya anak sangat kesulitan sekali," tambah Rina

Namun menurut pantauan detikEdu pada Rabu (9/6/2021), pembelajaran tatap muka hari ini sedang tidak berlangsung karena para siswa saat ini menjalani ujian remedial di rumah masing-masing.

Rina juga bercerita jika penerapan protokol kesehatan di SMKN 32 sangatlah ketat. Dimana ini adalah tahap pertama dan isinya hanya 12 orang saja. Siswa wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan yaitu dengan memakai masker, face shield, dan proses belajarnya kita di sana praktik tetapi anak tetap menjaga jarak.

"Petugas prokes seperti biasa mengukur suhu kemudian meminta untuk cuci tangan di tempat yang sudah disediakan di depan. Nah kemudian memeriksa apakah maskernya sudah sesuai apa tidak kemudian diantar ke kelas dan dipastikan anak tidak kemana-mana," cerita Rina.

Rina juga menceritakan jika saat pembelajaran tatap muka praktiknya dilakukan sendiri-sendiri dan tidak berkelompok seperti sebelum terjadi pandemi COVID-19.

"Jadi anak membuat produk sendiri-sendiri. Jadi tidak bergerombol. Nah ketika anak masuk, anak dipastikan dulu apakah dia menjalankan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan atau tidak," ujar Rina.

Kerinduan pembelajaran tatap muka juga dilaksanakan oleh para siswa. Menurut pemaparan Rina para siswa terlihat sangat antusias melakukan pembelajaran praktik. Para siswa dengan bersemangat dan bahagia bercerita pada Rina jika pembelajaran tatap muka membuat proses belajar menjadi lebih jelas dan lancar.

"Mereka bercerita kalau di sini Bu enak, mereka dapat jawaban langsung dan jelas. Kemudian siswa juga tahu mana barangnya yang dimaksud. Kalau di rumah mereka tidak mengetahuinya. Saya senang pas tatap muka kemarin, senang sekali bisa bertatap muka kembali dengan siswa. Mengajar secara langsung, memberikan ilmu, berkomunikasi dengan mereka, alhamdullilah senang walaupun dengan keterbatasan hanya 12 orang tetapi secara bergantian," cerita guru Boga Dasar tersebut.

Lebih lanjut Rina juga memaparkan bahwa prokesnya ketat, anak tidak boleh berdekatan dan tempat duduknya pun berjarak.

"Satu bangku panjang itu sendiri kemudian bersilang. Alhamdullilah tatap muka kemarin lancar, anak juga senang bisa kembali bersekolah karena mereka merasakan bahwa di rumah itu banyak sekali keterbatasan terutama dengan mata pelajaran produktif. Jadi mereka sih ceritanya kesulitannya ketika mereka bertanya kita tidak bisa mendapatkan jawaban langsung dan jelas," cerita Rina.

Pembelajaran tatap muka di SMKN 32 juga tidak berlangsung lama, yaitu dimulai dari jam setengah 7 dan hanya berlangsung selama 4 jam.

"Jadi tidak terlalu lama di sini. Anak juga pada saat pulang juga kita kontrol tidak membiarkan mereka pulang sendiri tetapi di jemput oleh orang tua. Kalau kemarin tahap 1 kelas 10 saja, karena kelas 11 itu sedang praktik kerja online," kata Rina.

Rina juga mengungkapkan jika kebijakan pembelajaran tatap muka ini juga sangat bagus, karena menurutnya siswa dapat memahami pelajaran dengan jelas dan dapat memantau kegiatan siswa secara langsung.

"Sekolah di sini tidak hanya memberikan pendidikan biasa, tetapi pendidikan karakter juga. Kalau di rumah kita tidak bisa memantau bagaimana. Apakah mereka benar-benar belajar atau mengikuti pembelajaran gitu. Jadi kebijakan pembelajaran tatap muka ini baik," tutup Rina.



Simak Video "Komisi X DPR Melihat Publik Ingin PTM di Sekolah Dilaksanakan, Karena..."
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia