MAN Insan Cendekia Serpong Peringkat 2 Nasional, Kemenag Pesan Ini

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 05 Jun 2021 18:30 WIB
MAN Insan Cendekia Serpong
Foto: Dok. Kemenag
Jakarta -

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong menduduki peringkat kedua nasional berdasarkan Rerata Nilai UTBK tahun ini. Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengapresiasi hal itu.

Akibat prestasi yang diperoleh MAN yang berada di Kota Tangerang Selatan ini, Ali meminta Madrasah Aliyah Negeri lain untuk meningkatkan kemampuan sains dengan tetap mempertahankan warna keagamaannya.

Meski begitu, Ali Ramdhani menekankan bahwa pencapaian itu bukan puncak tujuan dibuatnya madrasah sains. Madrasah tetap memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks daripada capaian nilai akademik. Madrasah harus mencapai aksentuasi dalam dua hal yakni sains dan agama.

"Kualitas memang dapat diukur dengan nilai tetapi karakter dan akhlak siswa melebihi ukuran formil seperti itu," katanya dalam rilis yang diterima detikEdu, Sabtu (5/6/2021).

Hingga saat ini Kemenag telah memiliki 23 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia dengan prestasi sains yang membanggakan. Platform madrasah berasrama ini akan terus dikembangkan sebagai sekolah unggulan yang memiliki dimensi agama kuat.

"MAN Insan Cendekia akan terus dibangun dengan model unggulan sehingga tidak akan diduplikasi terlalu banyak. Mungkin akan sampai di jumlah 34 dengan sebaran merata di semua provinsi," imbuhnya.

Perlu diketahui, MAN Insan Cendekia ini menggunakan model madrasah berasrama. Dengan model ini, Ali Ramdhani berharap bisa menjadi pola pendidikan terpadu dengan pengasuhan dalam 24 jam.

Model madrasah berasrama juga membuat guru tidak hanya dikerahkan dalam mengoptimalkan aspek pedagogis saja, tetapi juga kreativitas mengasuh (anak didik) dengan sentuhan hati. Hal ini dikarenakan guru kreatif populasinya hanya satu persen sedangkan kebanyakan hanya guru-guru kurikulum.

"Faktanya guru punya pekerjaan besar dalam metodologi pembelajaran yang harus berkembang. Guru yang dinamis akan menjadi jawaban atas minimnya kreativitas mengajar saat ini," tambah Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag ini juga meminta guru Madrasah Aliah Negeri untuk terus belajar agar bisa menemukan keindahan bagi generasi mendatang.



Simak Video "Doa Lintas Agama Demi Indonesia Bisa Segera Pulih dari Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia