Soal Siswi SMA yang Dikeluarkan Usai Hina Palestina, Ini Respons Kemendikbudristek

Puti Yasmin - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 19:02 WIB
Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri
Foto: Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri. (Tangkapan layar saat telekonferensi)./Soal Siswi SMA yang Dikeluarkan Usai Hina Palestina, Ini Respons Kemendikbudristek
Jakarta - Seorang siswi SMA bernama MS (19) di Bengkulu dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO) usai membuat video menghina Palestina di TikTok. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pun merespons hal ini. Seperti apa?

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan terkait kasus pengeluaran siswi SMA.

Kemendikbudristek sendiri tidak berwenang terhadap keputusan pengeluaran siswi SMA dari sekolah tersebut. Sebab, semua wewenang sekolah berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan terkait guna membahas berbagai isu tata laksana di sekolah dan peserta didik, termasuk mengenai kasus ini. Mekanisme dan wewenang pelaksanaan sekolah berada di bawah supervisi pemerintah daerah dan kami senantiasa menghormati kewenangan ini," ungkap dia saat dihubungi detikEdu, Rabu (19/5/2021).

Namun, Jumeri menjelaskan pihaknya akan terus mendorong diskusi positif dengan harapan bisa menyelesaikan kasus pengeluaran siswi SMA tersebut. Hal itu dilakukan bersama pemerintah daerah dan dinas terkait.

"Pada dasarnya kami terus mendorong diskusi positif dengan pemerintah daerah, dan dinas terkait agar setiap permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku," tutup dia.

Sebagai informasi, MS diketahui membuat video di TikTok dengan menghina Palestina. Dalam video tersebut, MS mengeluarkan cacian nama hewan dan mendukung penyerangan ke Palestina.

MS pun telah meminta maaf. Ia juga mengaku siap menerima semua risiko atas perbuatannya.

"Saya memohon maaf kepada negara Palestina dan bangsa atas ungguhan pernyataan saya di Tiktok, saya berjanji akan siap menerima semua risiko atas perbuatan saya, sekali lagi saya mohon maaf," ungkap MS usai melakukan mediasi di Polres Bengkulu Tengah, Selasa (18/5/2021).

Simak Video "Klarifikasi Kemdikbud soal Laptop: Harganya Bukan Rp 10 Juta per Unit!"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia