Siswi Kena Drop Out Gegara Hina Palestina di TikTok, KPAI Buka Suara

Puti Yasmin - detikEdu
Rabu, 19 Mei 2021 15:34 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.
Foto: Dok. Istimewa/Siswi Kena Drop Out Gegara Hina Palestina di TikTok, KPAI Buka Suara
Jakarta - Seorang siswi SMA asal Bengkulu Tengah berinisial MS dikeluarkan dari sekolah atau drop out (DO) usai menghina Palestina di aplikasi TikTok. Dalam video yang beredar, ia mengumpat dengan sebutan nama hewan dan mendukung penyerangan yang dilakukan ke Palestina.

Terkait hal ini, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti angkat bicara. Menurutnya, ia turut prihatin dengan keputusan pengeluaran siswi SMA dari sekolahnya. Sebab, hal itu membatasi kesempatan sang siswa untuk menuntut ilmu.



"KPAI tentu prihatin dengan dikeluarkannya MS pembuat konten TikTok yang diduga menghina Palestina. Karena artinya, MS sebagai peserta didik kehilangan hak atas pendidikannya. Padahal sudah berada di kelas akhir," kata dia kepada detikEdu, Rabu (19/5/2021).

Lebih lanjut, ia mengimbau agar dinas pendidikan, khususnya di Bengkulu bisa memenuhi hak pendidikan sang siswi. Sebab, ditakutkan tidak ada yang mau menerima MS sebagai murid pindahan karena adanya kasus tersebut.

"Dinas Pendidikan harus memenuhi hak atas pendidikan MS. Karena dikhawatirkan setelah viral kasus video TikTok tersebut, maka banyak sekolah juga menolak mutasi MS. KPAI juga akan segera koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu untuk pemenuhan hak atas Pendidikan MS," sambung dia.

Ia juga menyoroti agar MS dibantu untuk bisa diberikan konseling agar tidak mengulangi kembali perbuatannya di masa mendatang dan memperbaiki diri. Bukan malahan dikeluarkan dari sekolah.

"Saya mendorong MS di bantu konseling agar tidak mengulangi perbuatannya, bukan dikeluarkan dari sekolah, apalagi MS sudah di kelas akhir. MS juga sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Jadi yang bersangkutan seharusnya patut diberi kesempatan memperbaiki diri," tegasnya.

Retno juga menegaskan, KPAI tidak bisa memiliki kuasa atas kasus yang menimpa MS. Sebab, untuk diketahui MS telah berusia 19 tahun. Sedangkan, kewenangan KPAI hanya berlaku pada anak berusia 0 hingga 18 tahun.

Sementara itu, Rento mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk kembali mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan media sosial. Dengan begitu, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi.

"KPAI mendorong para orang tua untuk mengedukasi dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan media sosial," tutup dia.



Simak Video "Kata Wakil Ketua Komisi X soal Siswi yang DO Karena Hina Palestina"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia