Belajar Tatap Muka di SMKN 6 Jakarta, Jam Masuk Sekolah Diundur

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 07 Apr 2021 18:30 WIB
Siswa SMKN 6 Jakarta mencuci tangan di wastafel yang disediakan di depan kelas
Siswa SMK Negeri 6 Jakarta saat dimulainya uji coba belajar tatap muka (Foto: Trisna Wulandari)
Jakarta - Sebanyak 85 sekolah di DKI Jakarta melaksanakan belajar tatap muka hari ini. Salah satunya SMK Negeri 6 Jakarta di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Kepala SMKN 6 Jakarta Aziza menuturkan, pada hari pertama uji coba sekolah tatap muka hari ini, siswa hadir pada pukul 7 WIB. Hanya saja proses pembelajaran tatap muka baru dimulai pada pukul 7.30 WIB dan berakhir pukul 10.30 WIB

"Selang 30 menit pukul 7 ke pukul 7.30, kenapa? Karena sudah satu tahunan pembelajaran jarak jauh, kebiasaan bangun pagi mungkin berbeda, jadi kelas dimulai 7.30 menit agar siswa tidak kecewa kalau datang telat (bila kelas dimulai pukul 7 pagi)," kata Aziza menjelaskan.

Selang tiga puluh menit di awal kedatangan siswa digunakan untuk proses masuk, cek suhu, dan cuci tangan pakai sabun di wastafel-wastafel dan memakai hand sanitizer yang disediakan di luar kelas.

Aziza menuturkan, semua proses tersebut dipandu oleh satgas COVID-19 yang dibentuk sekolah, terdiri dari guru, pembina OSIS, dan didukung petugas keamanan. Adapun guru bertugas di luar jam mengajar masing-masing.

Nurvi Asiati, Wakil Humas SMKN 6 Jakarta menuturkan, para siswa diimbau membawa dua masker. "Setelah sampai di sekolah, masker diganti, karena nanti di sekolah ketemu teman," katanya.

Aziza menuturkan, belajar tatap muka membantu efektifitas kegiatan belajar mengajar sebab pelajaran di SMK 70% praktikum dan 30% teori.

"Ada keistimewaan untuk SMK, kami fokuskan mata pelajaran saat ini pada mata pelajaran produktif, disesuaikan dengan program keahlian, yakni program Perkantoran, Otomasi Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring Pemasaran, Multimedia, dan Animasi. Mereka belajar materi-materi dari program keahlian tersebut," kata Aziza.

Dengan belajar tatap muka, Aziza mengatakan, anak-anak jadi mengenal alat dan praktik mereka sendiri secara langsung ketimbang PJJ. "Sangat menolong sekali," tuturnya.

Untuk penggunaan alat, Aziza menuturkan, siswa memasuki ruangan dalam kondisi steril, dengan maksimal siswa yang hadir sejumlah 10-12 anak. Anak-anak diwajibkan menggunakan masker, lalu menggunakan hand sanitizer, dan praktik dengan sarung tangan.

"Ketika anak keluar dari ruangan, ruangan akan kembali kami sterilkan dengan disinfektan," kata Aziza.

Adinda Maryam, siswa kelas 10 program keahlian akuntansi adalah salah satu yang melaksanakan sekolah tatap muka hari ini.

"Hari ini belajar Perbankan Dasar. Kelas dimulai 7.30 pagi, tapi sudah banyak yang datang jam 7, hujan juga. Seharusnya 12 orang yang masuk, duduk berjejer empat, sendiri-sendiri. Tapi tadi (siswa) yang masuk 10 orang," tutur Adinda.

Saat pembelajaran tatap muka berakhir, para siswa menunggu di kelas dan ditemani guru. Mereka duduk di kursi-kursi terpisah dengan jarak kurang lebih 1,5 meter.

"Siswa diperkenankan keluar ruangan kalau sudah dijemput orang tua atau sudah ada kendaraan penjemput tiba di sekolah. Jadi mereka tidak berkerumun (menunggu dijemput). Sebisa mungkin cepat pulang," tutur Aziza.

Aziza menuturkan, pihak sekolah menyarankan anak diantar jemput orang tua, atau naik transportasi online. "Bila tidak memungkinkan, lalu menggunakan transportasi umum, kami pastikan kendaraan apa yang siswa gunakan," tambahnya.

Persiapan belajar tatap muka di SMKN 6 Jakarta sendiri dimulai di medio Desember 2020-Januari 2021. Salah satunya dengan memberikan kuesioner kesediaan ortu perihal kehadiran anak ke sekolah.

"Kami juga mengisi instrumen asesmen kesiapan belajar sekolah tatap muka yang dikeluarkan Disdik (Dinas Pendidikan DKI Jakarta) dan Kemdikbud, lalu mengikuti pelatihan blended learning dari Merdeka Belajar," kata Aziza.

"Lalu kami lulus piloting tahap satu, sudah siap sarana prasarana yang menunjang sekolah tatap muka seperti wastafel dengan air mengalir, disinfektan, ruangan kelas dengan duduk berjarak, dan lain-lain," tambahnya. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia