Besok DKI Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Ini Prokes Berangkat-Pulang Sekolah

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 06 Apr 2021 18:30 WIB
110 Sekolah di Kota Bekasi telah melakukan pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah SMP 2 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat.
DKI Jakarta uji coba sekolah tatap muka terbatas dimulai Rabu (6/4/2021) (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Sebanyak 85 sekolah di DKI Jakarta dari jenjang SD hingga SMA menjadi percontohan uji coba sekolah tatap muka terbatas yang dimulai Rabu (7/4/2021) besok.

Sekolah-sekolah peserta uji coba sekolah tatap muka terbatas ini terdiri dari 1 sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat dan 6 sekolah di Jakarta Utara.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) ini mengikuti protokol kesehatan yang dituangkan di Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berdasar Keputusan Bersama 4 Menteri: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

"Jadi (semisal) di hari Senin itu yang belajar tatap muka SD kelas 4, SMP kelas 7, dan SMA kelas 10. Kelas 1,2,3, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot disinfektan antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah," kata Kasubag Humas Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Taga Raja saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

"Hari Rabu yang PTM SD kelas 5, SMP 8, dan SMA kelas 11, kemudian Kamis (semprot) disinfektan lagi. Hari Jumat SD kelas 9, SMP kelas 10, SMA kelas 12."

Durasi belajar siswa setiap jenjang pendidikan hanya 1 minggu sekali dengan rata-rata 3-5 jam. Materi pembelajaran tatap muka hanya untuk mata pelajaran esensial yang dinilai tak efektif jika dilakukan secara daring atau online.

Sehari setelahnya, kegiatan belajar-mengajar tatap muka diliburkan dan ruang kelas disterilisasi. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga selama dua bulan pertama sekolah tatap muka terbatas ditiadakan.

Pemprov DKI juga menentukan kriteria pembukaan sekolah di antaranya yakni pengaturan jarak tempat duduk 1,5 meter antar peserta didik serta jumlah rata-rata peserta didik dalam satu kelas maksimal 50%.

Kebijakan ini ditunjang keaktifan warga sekolah, termasuk peserta didik, tenaga pendidikan, pengantar dan penjemput dalam menjalankan protokol kesehatan selama sekolah tatap muka terbatas.

Protokol ini dirangkum dalam Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berdasar Keputusan Bersama 4 Menteri: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Di kelas, siswa harus jaga jarak minimal 1,5 meter. Isi kelas maksimal 18 peserta didik per kelas di SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan, 5 peserta didik per kelas di SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB, dan 5 peserta didik per kelas di PAUD.

Adapun ketentuan khusus untuk tetap melaksanakan belajar dari rumah (BDR) diberlakukan pada peserta didik yang tinggal di daerah zona kuning, oranye, atau merah. Hal ini juga berlaku pada peserta didik yang dalam perjalanan ke dan dari sekolahnya melalui zona kuning, oranye, atau merah.

Sementara itu, peserta didik yang berasal dari daerah zona kuning, oranye, atau merah, lalu pindah ke zona hijau tempat sekolah berada, harus melakukan isolasi mandiri dahulu selama 14 hari setelah kepindahan dan sebelum melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Peserta didik, sebagai bagian dari warga sekolah yang juga terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, termasuk pengantar atau penjemput, wajib mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari sebaran kasus COVID-19 di sekolah selama pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas.

Berikut protokol kesehatan sekolah tatap muka terbatas:

1. Protokol kesehatan sebelum berangkat sekolah:

  • sarapan/konsumsi gizi seimbang
  • memastikan diri dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala: suhu ≥37,3°C, atau keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan/atau sesak nafas
  • memastikan menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau 2 (dua) lapis yang dalamnya diisi tisu dengan baik dan membawa masker cadangan serta membawa pembungkus untuk masker kotor
  • sebaiknya membawa cairan pembersih tangan (hand sanitizer)
  • membawa makanan beserta alat makan dan air minum sesuai kebutuhan
  • saat dimulainya sekolah tatap muka seluruh siswa wajib membawa perlengkapan pribadi, meliputi: alat belajar, ibadah, alat olahraga dan alat lain sehingga tidak perlu pinjam-meminjam.

Selanjutnya Protokol Kesehatan Selama Berangkat ke Sekolah

KLIK SELANJUTNYA UNTUK MEMBACA

Selanjutnya
Halaman
1 2

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia