Bikin Game Edukasi Seks, Siswi SMA 38 Jakarta Raih Emas Kompetisi Internasional

Pasti Liberti Mappapa - detikEdu
Minggu, 04 Apr 2021 15:46 WIB
Board game Lucid
Board game Lucid yang dikembangkan siswi SMA Negeri 38 Jakarta (Foto: dok pribadi)
Jakarta - Tiga siswi SMA Negeri 38 Jakarta berhasil menggaet penghargaan medali emas dalam kompetisi internasional ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) dan special award dari Malaysia Innovation Invention Creativity Association (MIICA).

Tim yang terdiri dari Rachel Jelita Putri Wendyansah, Dewa Ayu Maria Ruliana Gautama, Davina Paulina Valerie Hutapea ini mengembangkan companion app atau aplikasi pendamping berbasis android pada sex educational board game yang disebut Lucid.

Prestasi tiga pelajar kelas XI SMA 38 Jakarta ini dalam AISEEF 2021 yang diumumkan akhir Februari 2021 lalu, sejajar dengan raihan tim dari sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang.

Sebelum menyabet emas di ajang kompetisi internasional AISEEF 2021, game yang mereka ciptakan itu meraih penghargaan yang sama dalam National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2020. "Kami mengikuti AISEEF 2021 full funded sebagai hadiah grand award dari NASPO 2020 yang juga kami ikuti, ujar Rachel pada detikEdu, Selasa (30/3/2021).

Rachel menuturkan ide awal yang muncul dalam pembahasan tim adalah soal edukasi seksual dan stigma terkait topik tersebut. Hasil diskusi memutuskan edukasi seksual agar lebih diterima berbagai kalangan bisa dikemas dalam bentuk permainan.

"Kami berdiskusi lagi mengenai model permainan yang cocok, mulai dari model permainan aplikasi, card game, dan lain-lain. Tapi kami memutuskan untuk menggunakan model board game," ujarnya.

Siswi SMA Negeri 38 Jakarta yang berhasil meraih emas dalam kompetisi internasionalSiswi SMA Negeri 38 Jakarta Rachel, Maria, dan Davina (ka-ki) yang berhasil meraih emas dalam kompetisi internasional AISEEF 2021 (Foto: Pasti Liberti)

Sementara, pemilihan topik terkait edukasi seksual sendiri menurut Davina muncul dari hasil pengamatan kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, masyarakat dan keluarga. "Di Indonesia ini masih banyak banget stigma yang salah soal edukasi seksual," ujarnya.

Davina menjelaskan selain itu masih banyak terjadi pelecehan seksual yang bisa saja tidak disadari baik pelaku maupun korban. "Di jalan kita sering mengalami catcalling yang itu sebenarnya masuk jenis pelecehan," katanya.

Mereka pun mengharapkan tema edukasi seksual yang mereka hadirkan dalam permainan papan Lucid itu bisa menghapus stigma terkait edukasi seksual dan kemudian membuat pelecehan seksual di masyarakat dapat diminimalisir atau bahkan jadi hilang.

Papan permainan atau board game Lucid yang mereka kembangkan pun dibuat berbeda dengan yang konvensional dengan menambahkan companion app atau aplikasi pendamping berbasis android. Penambahan aplikasi ini menurut Rachel dengan mempertimbangkan isu lingkungan.

"Kalau board game itu biasanya ada dadu lalu buku aturan permainan yang menggunakan kertas atau karton. Di Lucid ini kita masukkan itu semua dalam aplikasi. Dengan adanya aplikasi bisa mengurangi limbah produksi dan biaya produksinya jadi berkurang banget," ujar Rachel.

Tiga siswi yang memenangkan kompetisi internasional ini merupakan anggota Kelompok Ilmiah Remaja SMA Negeri 38 Jakarta yang dibimbing Dra. Nun Hudati, M.Pd. Menurut Nun telah banyak prestasi yang ditorehkan KIR SMAN 38 Jakarta. "Pernah ada yang dikirim ke Belanda berkat penelitian soal ginseng Jawa," ujarnya. (pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia