Penelitian PSPK : Anak dari Keluarga Miskin Sulit Akses Sekolah Berkualitas

Puti Yasmin - detikEdu
Rabu, 27 Jan 2021 11:31 WIB
Murid kelas IV SD Muhammadiyah 37 belajar pada teras rumah seorang guru di kawasan Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/8/2020). Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan menerapkan standar protokol kesehatan ini terpaksa dilakukan karena murid kesulitan menguasai materi pelajaran saat proses belajar secara online.
Foto: Ari Saputra/Penelitian PSPK : Anak dari Keluarga Miskin Sulit Akses Sekolah Berkualitas
Jakarta - Penelitian dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) menunjukkan tak hanya fasilitas sekolah yang memengaruhi keberhasilan pendidikan anak. Tetapi, ada peran keluarga yang menjadi salah satu faktor penting.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan Nisa Felica anak yang tinggal bersama keluarga kurang mampu akan sulit mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Berbeda dengan anak yang tinggal di keluarga berkecukupan.

"Penelitian PSPK, bahwa faktor keluarga menentukan kualitas pendidikan anak. Status sosial yang lebih rendah (akan) sulit mengakses pendidikan berkualitas. Kalau punya uang banyak bisa memilih sekolah lebih baik," ungkapnya dalam Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan 2021, Selasa (26/1/2021).

Terbukti juga, ketika anak dari keluarga yang kurang mampu masuk ke sekolah negeri dengan kualitas yang baik tidak akan memengaruhi prestasinya. Sebab, lagi-lagi hal itu dipengaruhi oleh faktor lingkungan keluarga.

"Pas masuk negeri, anak-anak dari sekolah rendah mendapatkan nilai lebih rendah, itu ternyata faktor dari keluarga. Misalnya, budaya dibacakan buku dari kecil senang membaca, atau lihat kesuksesan bapaknya, itu kalau di keluarga miskin rata-rata sulit didapat," ungkap dia.

Maka dari itu, ia berharap agar pemerintah memastikan adanya kesetaraan dalam setiap kebijakan. Dengan begitu, setiap anak di Indonesia berkesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

"Yang harus pemerintah lakukan jangan ada kebijakan yang secara sistematis mendiskriminasi masyarakat miskin. Iya, pemerintah mungkin tidak terang-terangan, misalnya ada beasiswa pasti bilang terbuka untuk semua ternyata pas lihat syaratnya prestasi pasti menguntungkan bagi yang sekolah baik, keluarga baik," tutup dia.



Simak Video "Tips Jadi Guru yang Menginspirasi dari Pakar Pendidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia