Tim Telkom University Ciptakan Pendeteksi Dini Autisme & Speech Delay

Tim Telkom University Ciptakan Pendeteksi Dini Autisme & Speech Delay

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 30 Sep 2022 17:30 WIB
Mahasiswa Telkom University ciptakan aplikasi Pencegah Disabilitas Autisme dan Speech Delay
Foto: Doc. Telkom University/mahasiswa Telkom-U
Jakarta -

Tim Telkom University menciptakan aplikasi Pencegah Disabilitas Autisme dan Speech Delay atau PANDAS. Aplikasi ini dibuat untuk membantu diagnosis dini autisme dan speech delay.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim itu adalah Nabila Janatri Iswibowo dari Program Studi (Prodi) S1 Data Sains, Yunia Amelia Chairunisa dari Prodi S1 Data Sains, Muhammad Naufal Hawari dari Prodi S1 Informatika, dan Agung Hadi Winoto dari Prodi S1 Data Sains.

Mereka menciptakan PANDAS melalui tim Program Kreativitas Mahasiswa bagian Karsa Cipta (PKM KC) dari Fakultas Informatika.

Fitur Identifikasi Autisme

Dosen Fakultas Informatika Telkom University, Dr. Gamma Kosala, menjelaskan bahwa PANDAS memiliki fitur utama berupa fitur asesmen mandiri, fitur chat untuk konsultasi, fitur penerjemahan Bahasa Indonesia ke bahasa isyarat dan sebaliknya, serta fitur akses riwayat pasien.

"Pada fitur asesmen mandiri, asesmen yang digunakan yaitu asesmen DDST-II atau Denver kedua serta M-CHAT R. Asesmen DDST-II diperuntukkan untuk identifikasi speech delay, sedangkan M-CHAT R untuk identifikasi autisme," jelasnya, dikutip dari laman resmi Telkom University, Jumat (30/9/2022).

Hasil riset tim Telkom University ini juga telah melewati assessment yang divalidasi oleh dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Islam Nusantara Dr. Yoga Budhi Santoso dan praktisi Ahmad Ali Nugroho sebagai terapis wicara di Bandung.

Fitur Chat dengan Dokter

Selain fitur identifikasi, PANDAS juga dilengkapi fitur chat langsung dengan dokter. Fitur ini dapat diakses pengguna untuk konsultasi ke dokter.

Adapun kondisi untuk konsultasi adalah ketika diagnosis autisme atau diagnosis keterlambatan bicara sang anak menunjukan hasil risiko tinggi. Fitur chat dengan dokter ini juga bisa digunakan ketika orang tua ingin mengkonsultasikan riwayat hasil asesmen anaknya.

"Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter pada fitur ini sampai anak mendapatkan tindakan lanjut. Fitur chat dokter ini sudah dilengkapi dengan pesan cepat. Sebagai tambahan lain, terdapat fitur penerjemahan bahasa isyarat dengan input kamera smartphone," papar Dr. Gamma.

Fitur chat dengan dokter juga dapat digunakan sebagai pendukung jika asesmen anak terindikasi autism.

"Anak dan orangtua nantinya dapat mempelajari bahasa isyarat agar dapat terjalin komunikasi sedari dini, dan tingkat akurasi dari hasil terjemahan ini juga mencapai 95%," imbuhnya.

Sementara itu, saat ini aplikasi PANDAS sendiri masih dalam bentuk apk. Ke depan tim Telkom University akan mengembangkan agar bisa diunggah di Play Store.

"Kami masih terus kembangkan aplikasi ini dan kedepan akan diunggah di Play Store," tutur dosen Fakultas Informatika Telkom University tersebut.



Simak Video "Motif Pembunuhan Mahasiswa Unpad: Sakit Hati Foto Aib Akan Disebar"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia