UPJ & PCR Dapat Pendanaan DAAD Jerman untuk Program Capacity Building

Sponsored - detikEdu
Kamis, 09 Des 2021 13:22 WIB
Erica UPJ
Foto: UPJ
Jakarta -

Pentingnya peningkatan kapasitas kepemimpinan di kalangan pejabat struktural Pendidikan Tinggi menghantarkan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan Politeknik Caltex Riau (PCR) mengajukan proposal hibah kompetitif internasional bernama National Multiplication Training (DIES NMT).

NMT merupakan bagian dari program besar DIES (Dialogue on Innovation Higher Education Strategies) yang dikembangkan oleh German Academic Exchange Service (DAAD) dan The German Rectors'Conference (HRK) yang dikelola oleh University of Potsdam, Jerman.

Pendanaan kegiatan berasal dari Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Jerman (BMZ) yang diperuntukkan bagi alumni DIES Program di seluruh dunia.

EricaFoto: UPJ

Ketua Komite program ERICA (Empowering Polytechnic Leaders in Indonesia) yang juga alumni DIES IDC 2020, Eddy Yusuf, Ph.D bersama rekan dari PCR, Muhammad Ihsan Zul, S.Pd., M.Eng, alumni Dies NMT Indonesia tahun 2018 (program saat itu bernama Indonesia Deans' Course for Private Higher Education Institution atau INADC-PHEI) mengajukan proposal peningkatan kapasitas pimpinan politeknik swasta di Indonesia dengan nama program ERICA.

Tahun 2021/2022 ini ada 17 proposal yang didanai, berasal dari ASEAN, Afrika dan Amerika Latin. Dari Indonesia yang mendapat pendanaan ada 2 proposal, salah satunya adalah proposal tim UPJ dan PCR.

Pelatihan kapasitas kepemimpinan berlangsung dalam 2 fase utama tanggal 6-10 Desember 2021 secara daring dan fase ke-2 akan dilaksanakan pada bulan Mei 2022 secara luring di Pekanbaru.

Sebanyak 25 peserta dari 13 Politeknik swasta terpilih akan didampingi oleh 3 fasilitator training (Eddy Yusuf, Ph.D., Muhammad Ihsan zul S.Pd., M.Eng, dan Leenawaty Limantara Ph.D), 2 expert Prof. Peter Meyer dari Osnabrueck University Jerman dan Tatas Brotosudarmo Ph.D dari MRCPP Universitas Ma Chung.

Lalu ada 6 narasumber nasional dan internasional yakni Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Dr. Benny Bandanadjaya, Dr. Hendriko, asesor BAN PT, dan pakar internasional Prof. Dr. Maria Flordeliza L. Anastacio, dan , Dr. Gladys Nivera dari Filipina dan Prof. Dr. Frank Ziegele, dan Dr. Jutta Fedrowitz dari Jerman.

Pelatihan ini dipersiapkan dengan standar Dies NMT melalui persiapan yang panjang, bahkan sebelumnya para trainer mendapatkan pembekalan bertahap dan dipastikan kualitas materi yang akan dibawakan. Workshop ERICA dikemas sedemikian rupa sehingga keterlibatan peserta mendapat porsi yang besar melalui kegiatan interaktif menggunakan berbagai tools workshop daring yang menarik.

(Content Promotion/Universitas Pembangunan Jaya)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia