PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Pakar UGM Ingatkan Pentingnya 3 T dan 5 M

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 08 Des 2021 20:00 WIB
Ilustrasi pembatasan mobilitas menjelang Nataru
Foto: Kemenparekraf/Ilustrasi Pembatasan Mobilitas Jelang Libur Nataru
Jakarta -

Pemerintah melakukan pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Keputusan tersebut disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021) lalu.

Menanggapi keputusan tersebut, epidemiologi UGM, dr. Bayu Satria Wiratama, M.P.H., menyayangkan kebijakan yang diambil pemerintah.

Menurutnya, salah satu alasan pembatalan PPKM level 3 karena kondisi COVID-19 sudah membaik dan vaksinasi di wilayah Jawa-Bali telah mencapai target itu kurang sesuai.



"Alasan vaksin mencapai target itu (saya) kurang setuju. Kondisi COVID-19 membaik memang tapi vaksinasinya masih belum bagus," jelasnya dikutip dari laman UGM, Rabu (8/12/2021).



Bayu menyampaikan Indonesia belum memenuhi target WHO untuk mencapai vaksinasi COVID-19 sebesar 40 persen populasi.

Saat ini capaian vaksinasi COVID-19 di Tanah Air baru sekitar 37 persen populasi dengan kondisi yang belum merata. Misalnya, jumlah lansia masih kurang sekali dibandingkan dengan masyarakat umum dan pekerja.

Memperketat Mobilitas

Kendati membatalkan PPKM level 3, Bayu menilai masih ada beberapa kebijakan pemerintah yang diadopsi untuk memperketat mobilitas.

Salah satunya orang dengan status vaksin lengkap yang boleh bepergian dengan pesawat maupun jalur lainnya ditambah antigen 1x24 jam.

Hal ini sangat bagus untuk membatasi mobilitas bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin di mana risikonya lebih tinggi untuk tertular atau menjadi sakit dibandingkan yang sudah mendapatkan vaksin.

Selain itu, aturan terkait perjalanan internasional juga diperketat sehingga baik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penularan karena kasus impor.

Wajib Meningkatkan 3 T

Peneliti Pusat Kedokteran Tropis UGM ini menegaskan pemerintah daerah dan pemerintah pusat tetap wajib meningkatkan kapasitas 3 T (testing, tracing, treatment) menjelang periode libur nataru.

Pasalnya, meski mobilitas berusaha dibatasi, namun jalur darat via kendaraan pribadi masih mempunyai kemungkinan lolos dari pengetatan.



"Oleh sebab itu, program 3T tetap harus ditingkatkan terutama testing dan tracing diperkuat dengan menambah kapasitas khusus menjelang periode nataru, memastikan logistik di faskes mencukupi, aktivasi isoter dan RS lapangan serta memastikan nakesnya tersedia," terangnya.



Wajib Patuh 5 M

Tidak hanya itu, Bayu juga mengimbau masyarakat untuk patuh 5 M selama beraktivitas di periode nataru. 5 M yaitu mencuci tangan, menggunakan Masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Tidak kalah pentingnya, upaya skrining dengan aplikasi peduli lindungi harus lebih ketat dan konsisten.



"Jadi, sebenarnya ada PPKM level 3 atau tidak yang penting konsistensi dan pembatasan mobilitas bagi non vaksin," tegasnya.

Epidemiologi UGM mengingatkan masyarakat dan pemerintah untuk konsisten meningkatkan 3 T terutama saat periode dengan mobilitas yang diprediksi meningkat, mempercepat vaksinasi dan cakupannya diperluas, serta disiplin 5 M.



Simak Video "Judika Bagikan Persiapan Jelang Perayaan Natal"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia