Berhasil ke Amerika dan Belanda, Alumnus IPB Beri Tips Magang di Luar Negeri

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 03 Des 2021 13:30 WIB
Alumnus IPB Magang di Amerika
Foto: doc ipb.ac.id
Jakarta -

Memiliki pengalaman magang kerja selepas lulus kuliah menjadi hal penting untuk meningkatkan skill dan memahami dunia pekerjaan. Terlebih jika pengalaman magang itu bisa dilakukan di luar negeri.


Seperti pengalaman yang dialami oleh Mohamad Yusril Ramadhan, Alumnus Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. Dia berhasil menjadi Professional Interns di Knox Horticultural, Orlando Florida, United States of America.


Pengalaman magang berharga ini didapatkan Yusril saat mengikuti International Internship Program atau yang bernama The Ohio Program (TOP) yang di bawahi langsung oleh The Ohio state University di Colombus, Ohio.


"Untuk di Indonesia sendiri, kita dibawahi langsung oleh asosiasi yang bernama Top Agrindo. Asosiasi ini dinaungi oleh alumni TOP. Setelah mendaftarkan diri melalui asosiasi Top Agrindo dan melewati semua prosesnya, hingga akhirnya saya berhasil mendapatkan placement dan sampailah di United States of America pada Juli 2021," ungkapnya seperti dikutip dari laman resmi IPB, Kamis (2/12/2021).


Pentingnya Hard Skill dan Soft Skill Selama Kuliah


Selama magang sebagai Assistant Head Growers selama kurang lebih lima bulan, Yusril belajar banyak hal dan merawat banyak sekali jenis tanaman. Dari tanaman bunga, herbal, sayuran dan lain sebagainya.


Menurutnya, segala hal yang dibutuhkan selama magang bisa didapatkan dari pengalaman selama masa kuliah.


"Semua yang dibutuhkan di sini saya dapatkan dari semua pelajaran selama masa perkuliahan di Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University. Saya sangat bersyukur dan merasakan bahwa seluruh ilmu, baik hard skill maupun soft skill yang saya dapatkan selama masa perkuliahan di IPB University sangatlah berguna di dunia profesional dalam maupun luar negeri," tuturnya.


Siap Menghadapi Perbedaan Budaya


Bagi Yusril, memutuskan untuk merantau sangat jauh bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukan banyak pertimbangan.


Terlebih harus bertahan hidup di negeri orang dengan budaya yang berbeda dan dalam jangka waktu yang cukup lama.


"Bukan hanya perbedaan bahasa saja tetapi tentu saya harus menghadapi perbedaan budaya, kebiasaan, cuaca, iklim dan banyak hal lainnya. Terlebih Amerika sendiri adalah negara yang sangat besar dengan berbagai macam penduduk serta latar belakang yang beragam bahasa maupun budaya," jelasnya.


Meski begitu, hidup dengan lingkungan yang sangat beragam bukanlah hal pertama yang pernah Yusril jalani.


Saat menjadi mahasiswa IPB University, Yusril juga belajar bagaimana caranya berbaur dan bertoleransi dengan keberagaman yang ada di kampus.


Mudah Beradaptasi


Dengan modal yang suka berbaur dan mudah bertoleransi, diakui Yusril bisa sangat membantu di lingkungan internasional. Terutama saat tinggal dan belajar di sana.


"Dari pengalaman itu semua, menjadikan saya pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baik di tingkat nasional maupun internasional," tuturnya.


Selain itu, Yusril juga mengatakan bahwa pengalaman sebelumnya sangat membantu di mana dia pernah tinggal di Belanda pada tahun 2020.


Selama tiga bulan, ia menyelesaikan program magang serupa dan menyelesaikan skripsi penelitian di Belanda.



Simak Video "Jokowi Minta Perusahaan IT Buka Program Magang Mahasiswa"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia