Tidak Melulu Ilmu Politik, Ternyata Ini Jurusan Kuliah 7 Presiden Indonesia

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 01 Des 2021 14:15 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies saat berkunjung ke Korea Selatan. Jokowi bercerita soal aksinya naik moge saat opening ceremony Asian Games 2018.
Foto: Dok. Istimewa/Presiden Jokowi
Jakarta - Terkadang jurusan kuliah seseorang kerap dihubung-hubungkan sebagai penentu karier di masa depan. Salah satunya sebagai profesi di bidang pemerintahan selalu dikaitkan dengan jurusan ilmu politik. Lantas, jurusan apa yang harus diambil agar menjadi pemimpin yang baik?

Tidak melulu jurusan ilmu politik, para presiden yang pernah menjabat di Indonesia ternyata berasal dari lulusan berbagai jurusan. Mulai dari ilmu teknik, kehutanan hingga militer. Untuk lebih lengkapnya, dapat kamu simak pada penjelasan berikut.

Jurusan Kuliah 7 Presiden Indonesia:


1. Soekarno (Masa Bakti 1945-1966)


Seperti yang diungkapkan Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Siak, presiden pertama Indonesia ini beberapa kali berpindah daerah untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah menyelesaikan studi setingkat SMA-nya di HBS (Hogere Burger School), Surabaya, ia melanjutkan pendidikan lebih tinggi di Bandung. Sekarang lebih dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Teknik Tinggi yang sekarang menjadi ITB)," tulis laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Siak.

Soekarno mengambil satu-satunya jurusan dan fakultas yang tersedia di sana yakni, fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap (Ilmu Teknik) dan jurusan de afdeeling der Weg En Waterbouw (Teknik Hidrolik Jalan).

Seperti yang dilansir dari situs Alumni Teknik Sipil ITB, Soekarno dinyatakan lulus ujian Insinyur pada tanggal 26 Mei 1926, dan diwisuda pada Dies Natalis ke-6 TH tanggal 3 Juli 1926 bersama dengan 18 insinyur lainnya.

2. Soeharto (Masa Bakti 1966-1998)


Tidak jauh berbeda dengan Soekarno, presiden kedua Indonesia ini juga kerap kali berpindah tempat dalam menyelesaikan pendidikannya sejak ia berusia 8 tahun. Soeharto mengenyam pendidikan dasar dan menengahnya di Yogyakarta, Wuryantoro, Solo, dan Wonogiri.

Melansir dari laman Museum Soeharto, sesuai SMP, ia mulai menapaki karier militernya dengan mendaftar dalam keanggotaan Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) atau tentara kerajaan Belanda. Hingga akhirnya, Soeharto terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1940.

3. BJ Habibie (Masa Bakti 1998-1999)


Sejak kecil, Habibie sudah dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolahnya, terutama untuk bidang eksakta. Setelah menyelesaikan SMA di Bandung, Habibie pun melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia Bandung atau sekarang yang dikenal dengan ITB.

Di Universitas Indonesia Bandung, Habibie hanya berkuliah selama satu tahun. Hal ini disebabkan setahun setelahnya, ia memilih mengenyam pendidikan selama 10 tahun di Rheinisch Westfälische Technische Hochschule (RWTH), Aachen, Jerman.

4. Abdurrahman Wahid (Masa Bakti 1999-2001)


Presiden Indonesia yang akrab disapa Gus Dur ini, berangkat ke Makkah untuk melanjutkan studi tingkat tingginya di Universitas Al-Azhar di Kairo. Sekaligus menunaikan haji pada usianya yang ke-22.

Melansir dari situs milik peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Djoko Luknanto, setelah menyelesaikan pendidikan di Mesir, Gus Dur pindah ke Baghdad, Irak dan mendaftar Department of Religion di Universitas Baghdad dengan jurusan ilmu sastra dan humaniora pada tahun 1966.

Dari Baghdad, Gus Dur meneruskan perjalanan akademisnya ke sejumlah negara Eropa, dari satu universitas ke universitas lainnya.

5. Megawati Soekarnoputri (Masa Bakti 2001-2004)


Presiden Indonesia yang k-5 ini diketahui pernah belajar di dua universitas yaitu, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 1965 dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada 1970.

Namun sayangnya, keduanya tidak mampu diselesaikannya karena faktor politik setelah dijatuhkannya Bung Karno pada masa awal orde baru, sebagaimana dikutip dari arsip pemberitaan detikcom.

6. Susilo Bambang Yudhoyono (Masa Bakti 2004-2014)


Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ini merupakan presiden lulusan militer kedua setelah Soeharto. Mewarisi sang ayah, SBY mendaftar Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968.

Namun, karena keterlambatan mendaftar, SBY pun menghabiskan waktunya dengan menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) terlebih dahulu. Hingga ia berhasil mendaftar Akabri pada tahun 1973.

Pendidikan militer SBY kemudian dilanjutkan di berbagai negara. Salah satunya ada Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS pada 1982 sekaligus meraih gelar honor graduate.

7. Joko Widodo (Masa Bakti 2014-sekarang)


Presiden Joko Widodo atau Jokowi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota Solo. Tepatnya di SMPN 1 Surakarta dan SMAN 6 Surakarta.

Kemudian ia pun memilih untuk melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta. Hal ini dikutip dari Arsip Nasional Republik Indonesia Perpusnas.

Selama di UGM, ia berhasil meraih gelar sarjana setelah menyusun skripsinya dengan judul 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta' pada tahun 1985.

Nah, gimana detikers? Ada jurusan kuliah presiden Indonesia yang sama dengan kamu enggak, nih?

Simak Video "Lebih Penting Passion atau Bakat?"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia