UMP Jadi Kampus Pertama di Banyumas yang Direkomendasikan Gelar PTM

Arbi Anugrah - detikEdu
Selasa, 26 Okt 2021 13:45 WIB
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan surat rekomendasi ke Rektor UMP Jebul Suroso terkait perkuliahan tatap muka.
Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan surat rekomendasi ke Rektor UMP Jebul Suroso terkait perkuliahan tatap muka. (Foto: Arbi Anugrah)
Purwokerto -

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) jadi kampus pertama di Kabupaten Banyumas yang akan menggelar perkuliahan tatap muka (PTM). Pasalnya UMP sudah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah dan pelaksanaan vaksinasi yang sudah di atas 80 persen.

"Jadi vaksinasi ini salah satu upaya kita untuk menyiapkan perkuliahan tatap muka dan pak Wabub (Wakil Bupati Banyumas) sudah menyerahkan rekomendasi ke UMP untuk kita melakukan perkuliahan tatap muka," kata Rektor UMP Jebul Suroso kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan jika saat ini pasca Ujian Tengah Semester (UTS) pelaksanaan perkuliahan tatap muka sudah diikuti sekitar 20 persen mahasiswa. Dia berharap, setelah semester genap nanti sudah bisa 50 persen kemudian lanjut nanti bisa 100 persen dari total 15.000 mahasiswa.

"Pertama syaratnya nanti adalah capaian vaksin kami sudah 100 persen, kami memang harus tanda tangani itu ke Kementerian Pendidikan. Dan capaian kami saat ini untuk dosen karyawan sudah di atas 80 persen yang vaksin per hari kemarin. Ketika disini nanti ada yang ikut lagi, nanti bisa menyentuh 100 persen," ucapnya.

Jumlah tersebut akan ditambah secara bertahap sambil melihat perkembangan kasus COVID-19. Termasuk upaya melakukan vaksinasi kepada masyarakat dalam radius 3 kilometer sekitar kampus.

"Karena mereka (mahasiswa) tidak hanya di kampus saja, mereka akan pergi ke tempat kos, mereka akan pergi beli makan, maka kami berharap agar radius 3 kilometer itu sudah di vaksin semua. Edukasi ini juga akan kami lakukan agar warga sekitar kita kondisikan untuk bisa betul betul vaksin. Ibu kos, kemudian para penyedia Layanan warung nanti vaksin," ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan perkuliahan tatap muka hingga 100 persen ini, pihaknya telah melakukan karantina kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran sebelum memulai perkuliahan. Mereka di karantina di asrama mahasiswa setelah datang dari daerahnya masing-masing.

"Untuk pembelajaran yang sifatnya praktik itu sudah mulai tatap muka. Mahasiswa yang ikut kuliah syaratnya harus vaksin, prokes, dia tidak sakit dan orang tua mengijinkan. Fakultas kedokteran sudah mulai dan kita karantina di asrama mahasiswa, jadi terkendali dan terkondisi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang membuka kegiatan vaksinasi massal mengatakan, beberapa perguruan tinggi juga telah mengajukan rekomendasi menggelar perkuliahan tatap muka.

"Kuliah tatap muka tapi tetep prokes dengan jarak dan tetap pakai masker. Mahasiswa dari luar daerah sudah masuk dan tidak ada larangan. Perguruan tinggi lain yang sudah mengajukan itu Unsoed, Unwiku saya belum tahu, tapi UMP ini yang persetujuannya pertama. Pada intinya perkuliahan tatap muka sudah bisa karena sudah level 2, dengan prokes yang agak ketat," jelasnya.



Simak Video "Muncul Kasus Covid-19 di Sekolah, PTM Terbatas Tetap Dilanjutkan"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia