Update Syarat Penerbangan Terbaru Larang Swab Antigen, Ini Penjelasan UGM

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 20 Okt 2021 15:00 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: iStock/Update Syarat Penerbangan Terbaru Larang Swab Antigen, Ini Penjelasan UGM.
Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan swab antigen yang kini dilarang dalam syarat penerbangan terbaru. Sebagai gantinya, pemerintah mewajibkan kembali penerapan tes PCR sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat.

Dikutip dari laman UGM, swab antigen adalah tes pendeteksi protein antigen virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19. Sampel untuk tes ini adalah hasil swab di tenggorokan setinggi hidung, tenggorokan setinggi lidah, atau air liur.

"Baku emas pemeriksaan untuk mendiagnosis positif terinfeksi COVID-19 atau negatif adalah swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Namun, pemeriksaan ini membutuhkan waktu hitungan jam bahkan hari, jika terjadi antrian dalam pengetesan," tulis Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM.

WHO mencatat, kepekaan (sensitivitas) swab antigen bervariasi 0-94 persen. Kepekaan 94 persen artinya jika ada 100 pasien dinyatakan positif dengan PCR, maka sebanyak 94 orang akan mendapatkan hasil negatif dengan swab antigen.

Setelah ditelusuri, pasien yang mendapatkan hasil positif dengan PCR dan reaktif pada swab antigen memiliki kadar virus tinggi dalam tubuh. Kandungan virus lebih tinggi dibanding yang mendapatkan hasil positif dengan PCR dan non reaktif pada swab antigen.

"Dapat disimpulkan, swab antigen akurat mendeteksi pasien COVID-19 yang kadar virus dalam tubuhnya tinggi. Namun kurang akurat mendeteksi pasien COVID-19 yang kadar virusnya rendah," tulis UGM.

Swab antigen memberi hasil tes dengan spesifitas konsisten berkisar 97-100 persen. Dengan hasil ini WHO merekomendasikan swab antigen hanya pada kondisi PCR yang terbatas. Panduan WHO ini diterbitkan pada 11 September 2020.

Penjelasan UGM ini dapat menjawab pertanyaan pelarangan swab antigen sebagai syarat penerbangan terbaru. Aturan tercantum dalam Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) No 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa dan Bali.

Selain bukti PCR minimal H-2, penumpang juga wajib menunjukkan kartu bukti vaksin minimal dosis satu. Aturan ini untuk mencegah melonjaknya jumlah kasus COVID-19 di Indonesia.

Simak Video "PCR Jadi Syarat Terbang, Ahli: Vaksin Saja Tak Cukup Melindungi Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia