Gelar Konferensi Internasional, UMN Angkat Isu Teknologi & Pembangunan

Sponsored - detikEdu
Kamis, 14 Okt 2021 20:00 WIB
UMN
Foto: dok. UMN
Jakarta - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar pertemuan rutin berskala internasional dalam bentuk konferensi bernama CONMEDIA-ICONSONICS. Konferensi yang digelar sejak 2011 ini merupakan komitmen UMN terhadap perkembangan Information Communication Technology (ICT).

Pada 2021, konferensi CONMEDIA memasuki tahun keenam sedangkan konferensi ICONSONICS memasuki tahun kedua. Di gelarannya tahun ini, CONMEDIA-ICONSONICS mengusung tema 'Unlocking The Potential of Smart Digital Technology and Multimedia for Sustainable Development' sebagai respons terhadap teknologi yang tak hanya berorientasi pada generasi saat ini, namun juga sebagai upaya pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

"Kemajuan yang ingin kami capai adalah kemajuan yang menjamin keberlanjutan, terutama dalam pembangunan. Dalam lingkungan digital yang dinamis ini, saya yakin Anda akan menemukan banyak potensi dan kemungkinan untuk membuat kemajuan lain dalam pengetahuan yang bermanfaat bagi umat manusia," ungkap Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono, M.A. dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Ninok mengungkap konferensi internasional ICT yang pertama diadakan UMN bernama International Conference on New Media Studies (CONMEDIA) ini menjadi sebuah forum yang membentuk jejaring internasional dalam membantu peneliti untuk mendiseminasikan hasil penelitian di lingkungan internasional. Forum ini sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi praktisi ICT dalam berdiskusi dan berinteraksi meningkatkan wawasan dan pengetahuan masing-masing.

UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan.UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan. Foto: dok. UMN

Ia menjelaskan pada 2017 lalu, UMN juga berhasil menyelenggarakan sebuah konferensi internasional lain dengan topik yang berbeda bidang dari CONMEDIA namun saling melengkapi. Adapun konferensi tersebut bernama International Conference On Smart Cities, Automation & Intelligent Computing Systems (ICON-SONICS).

Semenjak penyelenggaraan tersebut, CONMEDIA dan ICON-SONICS digabung dalam satu acara konferensi internasional yang secara rutin diadakan setiap tahun. Untuk tahun ini, CONMEDIA dan ICONSONICS 2021 kembali dilaksanakan untuk memperkokoh, mengeratkan, dan memperluas jejaring.

Kali ini, CONMEDIA dan ICONSONICS 2021 bekerja sama dengan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) Indonesia Section untuk mewadahi publikasi makalah penelitian dalam jejaring IEEEXplore. Acara ini juga menjalin kerja sama dengan STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) Denpasar dan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM).

"CONMEDIA & ICONSONICS 2021 diharapkan bisa menyerap makalah riset internasional lebih banyak dari konferensi sebelumnya, dan tentu dengan konten spektrum keilmuan yang lebih berkelas. Selain itu, para praktisi, akademisi, dan juga lembaga pemerintah juga bisa mendapat manfaat besar mengenai smart digital technology and multimedia," ungkap Ketua Pelaksana sekaligus Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika UMN, Dr. Eng. Niki Prastomo.

UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan.UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan. Foto: dok. UMN

Bidang keilmuan dalam konferensi CONMEDIA dan ICONSONICS 2021 dibagi menjadi dua. Bidang keilmuan CONMEDIA meliputi applications, mobile technology, interactive media design, business intelligence and management, strategic information system, computational science and technology, dan embedded systems and communication. Sedangkan pada ICONSONIC meliputi bidang ilmu smart cities, automations, dan intelligent computing systems.

Niki menjelaskan perkembangan smart digital technology and multimedia sangat erat kaitannya dengan berkembangnya teknologi-teknologi pengusung Revolusi Industri 4.0 dan Transformasi Digital.

Ia menambahkan transformasi digital merujuk pada sebuah proses yang menggunakan teknologi digital untuk membuat inovasi baru atau memodifikasi proses bisnis, budaya, serta pengalaman konsumen untuk menghadapi perubahan bisnis dan kebutuhan pasar.

Lebih lanjut lagi, ekonom Klaus Schwab, Founder dan Executive Chairman World Economic Forum ini menjelaskan revolusi industri yang keempat ini akan mempengaruhi bagaimana kita hidup dan bekerja. Menurutnya, revolusi industri keempat ini akan berbeda secara skala, cakupan, dan kompleksitasnya dibandingkan dengan revolusi yang sebelumnya. Hal inilah yang mendasari pentingnya membangun teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Perkembangan teknologi saat ini memiliki laju yang cepat, baik dari aplikasi, kepintaran sistem, otomasi, infrastruktur internet, big data, maupun multimedia. Isu keberlanjutannya menjadi poin penting yang perlu diperhatikan oleh akademisi, praktisi industri, dan pemangku kepentingan. Harapannya, dari topik yang diangkat ini, manfaat dan dampak perkembangan teknologi bisa dirasakan oleh generasi mendatang," lanjut Niki.

Ia menilai pengelolaan teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang baik dari banyak pihak. Termasuk di antaranya akademisi dan praktisi industri untuk mengoptimalkan transformasi digital.

Oleh karena itu, ia memandang diskusi dan pembahasan ide-ide kreatif yang menggali potensi teknologi digital dan multimedia diperlukan agar mencapai sebuah pemahaman yang komprehensif. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan berbagai pihak dan mampu menjadi keuntungan yang tidak hanya dinikmati oleh generasi sekarang, namun juga untuk generasi yang akan datang.

Acara yang digelar secara daring melalui aplikasi Gather.town ini diketahui mampu memberikan pengalaman baru dan interaksi lebih dalam konferensi daring. Peserta pun memberikan respons positif atas inisiatif panitia memilih aplikasi ini.

UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan.UMN gelar konferensi internasional soal isu teknologi & pembangunan. Foto: dok. UMN

"Aplikasi Gather ini diharapkan bisa memberikan pengalaman berjejaring yang lebih leluasa seperti pengalaman pada konferensi offline. Peserta bisa membuat avatarnya sendiri dan seolah hadir dan berkumpul di satu tempat. Sedikit mengobati kerinduan berkumpul secara langsung. Secara paralel, peserta bisa saling bertemu, membahas keperluan mereka dalam satu ruang konferensi tanpa mengganggu peserta lain," tutup Niki.

Sebagai informasi, konferensi internasional ini diadakan selama dua hari pada 12-13 Oktober 2021. Selain konferensi dan presentasi karya ilmiah, terdapat agenda keynote session dengan beragam pembicara, seperti Prof. Dr. Ir. D.A.I Marpaung dari University of Twente, Belanda, Dr. Rifai Chai dari University of Technology, Australia, CEO Zi.Care, Jessy Abdurrahman, B.Comp.Sci. (Hon.), dan Sinar Mas Land Chief of Digital Tech Ecosystem & Development, Irawan Harahap, S.T., M.M.

Dalam kesempatan ini, para pembicara menyampaikan bagaimana inovasi teknologi seperti Big Data dan Artificial Intelligence (AI) dimasukkan dalam isu atau tantangan sosial dan sejalan dengan konsep Society 5.0.

"90% data dunia diciptakan hanya dalam dua tahun terakhir, jadi kita benar-benar berada di era informasi, era data, dan era komunikasi," ungkap Prof. Marpaung.

Prof Marpaung menambahkan peningkatan besar terkait informasi ini disebut sebagai Big Data. Selain itu, masing-masing pembicara mempresentasikan penelitiannya, seperti Rifai yang menggabungkan Artificial Intelligence (AI) dan Brain-Computer Interface (BCI).

Ia menjelaskan AI dan BCI akan memanfaatkan teknologi dengan menggunakan sinyal otak untuk mengontrol peralatan pendukung kegiatan manusia. Secara spesifik, teknologi ini disiapkan untuk penyandang disabilitas.

Di waktu yang berbeda, Jessy mempresentasikan penelitiannya mengenai digitalisasi rekam medis (Electronic Medical Record). Sistem digitalisasi ini dibuat agar rekam medis seorang pasien bisa tersentralisasi dan terintegrasi dengan standar WHO. Harapannya, setiap pasien yang akan pindah rumah sakit tidak perlu kerepotan dengan berkas rekam medis di rumah sakit sebelumnya.

Berbeda dengan Rifai dan Jessy, Irawan mempresentasikan mengenai pembangunan BSD City yang berlokasi di Tangerang menjadi smart city. Smart city merupakan layanan berbasis digital untuk pengelolaan kota dan ekonomi yang lebih baik, kehidupan warga yang berkualitas, dan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang.



Simak Video "Pasang Iklan Murah dan Mudah? Adsmart by detiknetwork Aja!"
[Gambas:Video 20detik]
(Content Promotion/UMN)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia