Saran Nadiem ke Mahasiswa dalam Menghadapi Disrupsi Kecerdasan Buatan

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 30 Sep 2021 15:10 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim rapat bareng Komisi X DPR. Dalam pemaparannya, Nadiem menjelaskan soal seleksi PPPK guru atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Mendikbudristek Nadiem Makarim sebut inisiatif kampus AI bantu mahasiswa persiapkan diri di masa depan.Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Mendikbudristek Nadiem Makarim menyoal sikap mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menghadapi adanya disrupsi kecerdasan buatan di tengah masyarakat. Nadiem mengatakan, kecerdasan karakter dan inisiatif kampus artificial intelligence (AI) mendukung persiapan mahasiswa di masa depan.

"Dimulainya inisiatif kampus kecerdasan buatan oleh Institut Teknologi Del adalah cara strategis untuk mempersiapkan mahasiswa kita menghadapi tantangan masa depan. Saya yakin, pemanfaatan AI ini akan membantu perguruan tinggi mengakselerasi peningkatan mutu lembaga dan pembelajaran, sejalan dengan tujuan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka," kata Nadiem dalam kegiatan virtual Simposium Nasional AI Campus untuk Industrialisasi Intelegensi", Kamis (30/9/2021).

Nadiem mengatakan, kampus AI yang menerapkan kecerdasan buatan membantu berbagai persoalan, termasuk di lingkup administratif. Ia mencontohkan, tugas administrasi yang biasanya menumpuk saat pengajuan akreditasi dan menjadi beban para dosen dapat diringankan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.


"Selain itu, AI ini bisa memungkinkan pembelajaran yang lebih terpersonalisasi sehingga mahasiswa dapat mengembangkan diri sesuai minat dan kemampuannya," kata Nadiem.

Nadiem mengaku, sejumlah kekhawatiran akan masa depan manusia dengan munculnya teknologi otomasi dan kecerdasan buatan masih terdengar selama dua dekade belakangan.

Di satu sisi, menurut Nadiem, perkembangan ilmu pengetahuan dan situasi global memang akan mengakselerasi perkembangan AI dalam berbagai bidang dan memberikan dampak yang besar. Ia menambahkan, beberapa jenis dan bentuk AI juga sudah berkembang jadi bagian hidup sehari-hari.


Nadiem mengaku, di sisi lain beberapa jenis pekerjaan saat ini akan menjadi usang di masa depan dan digantikan jenis-jenis pekerjaan yang baru. Karena tidak dapat dihindari atau dihentikan, kata Nadiem, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi disrupsi kecerdasan buatan dengan membangun kecerdasan karakter, meskipun tidak mudah.

"Menjawab tantangan masa depan, mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara intelegensia, tetapi juga matang secara karakter. Kemampuan untuk bekerja dalam kelompok, kebinekaan global, kreativitas, kemandirian, ketangguhan, itu adalah karakter yang kita butuhkan untuk mampu bertahan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat," kata Nadiem.

Simak Video "Sumpah Pemuda, Nadiem: Mengejar Ketertinggalan Saja Tak Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia