Buka Online Job Fair, Dirjen Vokasi Harap Jadi Peluang untuk Lulusan SMK Hingga PT

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 27 Sep 2021 18:15 WIB
Tangkapan layar Bridges to the Future
Online job fair dan workshop Bridges to the Future: ASEAN Youth Employment. Foto: Tangkapan layar Bridges to the FutureBuka Online Job Fair, Dirjen Vokasi Harap Jadi Peluang untuk Lulusan SMK Hingga PT
Jakarta - Dirjen Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto meresmikan online job fair dan workshop Bridges to the Future: ASEAN Youth Employment, Senin (27/9/2021). Program bursa tenaga kerja dan lokakarya daring tersebut merupakan kerja sama Yayasan Plan Internasional Indonesia dengan ASEAN Foundation, didukung Google.org dan Kemendikbudristek.

Wikan menuturkan, ia berharap link and match dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia ini memberikan solusi dan dukungan untuk mendapatkan penempatan kerja yang sesuai dengan keadaan pasar bagi generasi muda, termasuk bagi lulusan SMK, lulusan perguruan tinggi, dan lulusan perguruan tinggi vokasi.

Sebab, lanjutnya, kerentanan kaum muda di pasar tenaga kerja sejak paruh pertama 2020 saat pandemi berlangsung naik. pada kuartal pertama 2020, papar Wikan, tingkat pengangguran kaum muda tercatat naik 1-3% dari 2019 di Australia, Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Hong Kong, serta Indonesia karena pandemi.


"Apresiasi pada Google.org, organisasi filantropi dari Google, bekerja sama dengan ASEAN Foundation yang telah mendanai project ini untuk diimplementasikan di Indonesia dan Vietnam," kata Wikan, Senin (27/9/2021).

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, proyek Bridges to the Future didesain untuk menciptakan jembatan bagi kaum muda untuk mengakses pekerjaan, khususnya bagi perempuan.

"Sejak November 2020, Plan Indonesia bekerja sama dengan ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org yang targetnya 5.200 kaum muda usia 18-29 yang dilatih untuk keterampilan teknis dan soft skill. Dan 55% penerima manfaat program ini adalah perempuan," papar Dini.

Dini menambahkan, program ini juga terbuka bagi difabel untuk mengakses pekerjaan yang sesuai.

"Program ini juga disediakan pada disabilitas agar punya akses yang sama untuk pekerjaan. Plan Indonesia menghadirkan program ini karena kaum muda dalam pandemi butuh support untuk akses pekerjaan, dan meningkatkan skill, jadi kami bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Kemendikbud dan Dirjen Vokasi yang bekerja sama mendukung Bridges to the Future," imbuh Dini.

Dini menjelaskan, Bridges to the Future menarget 3.000 kaum muda untuk ikut serta dalam workshop bersama beragam praktisi dan perusahaan yang didukung Kormo Jobs, platform pencarian kerja besutan Google.


"Harapannya, yang kita lakukan hari ini berkontribusi pada tercapainya target pembangunan termasuk SDGs 8 dan SDGs 10 tentang pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketidaksetaraan," kata Dini.

"Jadi jangan putus asa, mari asah baik technical dan soft skill untuk bersaing di tengah pandemi," imbuhnya.

Wikan berharap, online job fair dan workshop ini dapat menjadi kesempatan baik anak muda yang baru lulus SMA, SMK, dan perguruan tinggi untuk mengakses dan menambah pengalaman melamar kerja melalui media digital.

"Sangat mengapresiasi kolaborasi private sector, industri, dengan seluruh pihak termasuk dunia pendidikan, untuk hadir secara aktif dalam mengimplementasikan dan mempercepat kolaborasi link and match," kata Wikan.

Simak Video "Klarifikasi Kemdikbud soal Laptop: Harganya Bukan Rp 10 Juta per Unit!"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pay)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia