4 Strategi Membuka Perkuliahan Menurut Satgas COVID-19

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 21:00 WIB
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mulai menggelar perkuliahan hybrid di beberapa departemen. Kuliah tatap muka masih sangat terbatas.
Kuliah hibrida di ITS Surabaya Foto: Esti Widiyana/detikcom
Jakarta -

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri menyatakan belum siap membuka kampus dalam waktu dekat saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo beberapa pekan lalu.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia, Jamal Wiwoho mengaku telah memberikan saran kepada para rektor agar bersama-sama memberanikan diri untuk membuka perkuliahan dengan prinsip bersyarat dan bertahap.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry B Hamadi menjelaskan ada empat strategi untuk membuka kampus.

"Ada 4 strategi untuk membuka kampus, yaitu preventif merupakan pengaturan tata pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya promotif yaitu kampanye prokes. Kampus juga harus melakukan fungsi pengawasan. Terakhir adalah melakukan mitigasi dengan menyiapkan SOP sebaik-baiknya," ujar Sonny dalam dalam webinar virtual Kemdikbud via Youtube, Kamis (23/9).

"Jadi kita tidak ingin dibuka ada klaster ditutup lagi. Sebelum sekolah dibuka kita harus mempersiapkan seluruh stakeholder yang ada," kata Sonny.

Sonny juga menegaskan bagi kampus yang ingin melakukan perkuliahan tatap muka (PTM) harus melihat level PPKM. Setiap kampus harus memenuhi daftar periksa dan memiliki satgas institusi.

Tak lupa, simulasi kegiatan PTM juga merupakan hal yang penting. "Karena membaik kita membuka sektor secara bertahap, salah satunya adalah pendidikan. Uji coba bukan ajang coba-coba," ujar Sonny.

Menurut Sonny, PTM-T dilaksanakan karena keadaan COVID-19 di Indonesia semakin membaik.

"Kita berupaya mengendalikan COVID-19 sebaik-baiknya. Menurut data angka positivity rate yaitu 1,4 % dan juga semakin membaik. Targetnya adalah 10 kasus per satu juta penduduk," ujar Sonny.

"Kita harus mempertahankan kinerja baik tersebut sambil mempercepat upaya vaksinasi. Jadi harus mempertahankan kinerja sebaik mungkin diikuti dengan mitigasi. Melakukan aktivitas dengan penerapan prokes yang ketat," papar Sonny.

Sonny juga mencontohkan penerapan PTM-T telah dilakukan dengan baik oleh Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

"UNS sebagai kampus pertama yang menerapkan PTM. Sarannya mari bersama-sama memberanikan diri untuk membuka perkuliahan ini," kata Rektor UNS, Jamal Wiwoho.

Jamal juga menjelaskan jika PTM-T di kampus UNS dilakukan secara bersyarat dan bertahap.

"UNS berani membuka karena sudah berkoordinasi dengan satgas covid yang ada di UNS maupun pemda. Kita coba 3 fakultas maksimal 4 fakultas untuk PTM dengan jumlah mahasiswa 20 orang. Jika levelnya semakin turun akan ditambah terus kapasitasnya," kata Jamal.

"Fakultas yang dibuka juga fakultas yang berjauh-jauhan. Perlu koordinasi antar fakultas agar dapat tertib di kampus. Maksimal kampus membuka 2 mata kuliah," kata Jamal.



Simak Video "Pesan-pesan Pengamat Pendidikan Jelang PTM Level Kampus"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia