Dapat Pendanaan dari Badan Atom Dunia, Apa Riset Peneliti FMIPA UI?

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 23 Sep 2021 09:40 WIB
Dekanat FMIPA Universitas Indonesia (UI)
Dapat pendanaan dari badan atom dunia, apa riset peneliti FMIPA UI? Foto: Dok. Universitas Indonesia
Jakarta - Dosen peneliti FMIPA Universitas Indonesia (UI) Lukmanda Evan Lubis, M.Si. terpilih menjadi salah satu penerima pendanaan penelitian di bidang fisika medis senilai € 32.000 atau setara Rp 500 juta rupiah.

Pendanaan penelitian tersebut diberikan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), badan atom dunia yang berkantor pusat di Wina, Austria.

Dikutip dari laman resmi UI, pendanaan penelitian tersebut diumumkan secara resmi oleh IAEA melalui surat dari Department of Nuclear Sciences & Applications, IAEA pada tanggal 9 September 2021.

Tim peneliti Departemen Fisika FMIPA UI yang berhasil meraih pendanaan tersebut terdiri dari Lukmanda Evan Lubis, M.Si., Guru Besar FMIPA UI Prof. Dr. Djarwani S. Soejoko, dan dua orang fisikawan medik alumni S2 Fisika FMIPA UI, yaitu Indah Lestariningsih, M.Si. dan M. Roslan Abdul Gani, M.Si.

Sebagai informasi, Indah Lestariningsih, M.Si. saat ini bekerja di RSUD Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Sementara itu, M. Roslan Abdul Gani, M.Si. bekerja di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Lukmanda Evan Lubis menjelaskan, proposal proyek penelitian yang ia dan timnya ajukan berjudul "Establishing Guidelines and Recommendations for Solid State Dosimetry in Diagnostic and Interventional Radiology"

"Kami akan menjalankan program ini bersama dengan para fisikawan medik dari rumah sakit yang bekerja sama dengan FMIPA UI dalam satu rangkaian riset bersama. Riset ini akan berjalan selama lima tahun dan akan dimulai pendanaannya pada tahun 2022," jelas Evan, Chief Scientific Investigator (CSI) dalam tim penelitiannya dalam laman resmi UI, Rabu (22/9/2021).

Mahasiswa doktoral Ilmu Fisika FMIPA UI ini mengatakan, kegiatan riset yang didanai IAEA akan fokus pada pembaharuan protokol internasional mengenai dosimetri radiasi pada aplikasi radiologi diagnostik dan intervensional.

Melalui pendanaan tersebut, fisikawan medik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) ini berharap penelitiannya bisa berkembang menjadi dasar teori dan inovasi yang mampu berkontribusi pada keselamatan radiasi untuk pasien, pekerja radiasi, dan masyarakat.

Evan menjelaskan, proses persiapan proposal penelitian tersebut dilaksanakan sejak awal tahun 2021 setelah IAEA mengumumkan akan mengevaluasi protokol internasional mengenai dosimetri radiasi pada radiologi.

Saat itu, lanjut Evan, badan atom dunia itu juga sekaligus membuka kesempatan kontribusi untuk fisikawan medik di seluruh dunia melalui program Coordinated Research Project (CRP) tersebut.

"Dalam penyusunannya, saya banyak berdiskusi dan berkonsultasi dengan anggota tim, termasuk Prof. Djarwani yang pada 2015-2018 telah berpengalaman menjadi CSI di penelitian CRP yang lain. Diterimanya proposal kami berarti ide yang kami usung dinilai relevan dengan kebutuhan internasional akan konsep dosimetri radiasi di bidang radiologi diagnostik dan intervensional," kata Evan.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Fisika Medis Dr. Supriyanto Ardjo Pawiro mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian dosen di prodinya. Ia berharap melalui pendanaan riset tersebut, prodi baru di FMIPA UI ini menyumbang poin penting bagi pemeringkatan FMIPA UI di kancah internasional.

Sebab, Supriyanto menjelaskan, kualitas dan kuantitas riset dan publikasi ilmiah merupakan indikator penting kualitas perguruan tinggi. Ia menambahkan, riset juga menjadi komponen penting pemeringkatan dan akreditasi perguruan tinggi.

"Kami di prodi fisika medis tentunya bersyukur atas perolehan pendanaan tersebut. Prodi fisika medis memang terhitung masih sangat baru di FMIPA UI, namun melalui pendanaan riset ini kami berupaya untuk turut serta mendorong reputasi FMIPA UI di tingkat internasional dengan membuat terobosan dan karya-katya ilmiah yang berkualitas," kata Supriyanto.

Simak Video "Studi Plasma Konvalesen: Bisa Jadi Alternatif Namun Efektifitasnya Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia