5 Universitas Terbaik Dunia dalam Pengentasan Ketidaksetaraan

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 19 Sep 2021 19:00 WIB
University of King Abdulaziz, Saudi Arabia menyediakan pendidikan gratis bagi mahasiswanya.
University of King Abdulaziz, Saudi Arabia menyediakan pendidikan gratis bagi mahasiswanya. Foto: Dok. Kemendikbudristek
Jakarta - Perwakilan mahasiswa generasi pertama dan mahasiswa berlatar sosial ekonomi bawah masih sedikit masih sedikit di berbagai perguruan tinggi mancanegara. Merespons kondisi tersebut, berbagai universitas terbaik dunia berupaya menyediakan pendidikan sesuai Sustainable Development Goals (SDGs) 10 tentang isu ketidaksetaraan di tingkat global.

Pemeringkatan Times Higher Education (THE) University The Impact Rankings 2021 merunut daftar universitas terbaik dunia yang berhasil mendukung akses pendidikan yang setara dan tidak diskriminatif.

Sejumlah alat ukur THE Impact Rankings 2021 yang digunakan dalam metodologi pemeringkatan universitas terbaik dunia dalam pengentasan ketidaksetaraan dan diskriminasi yaitu jumlah mahasiswa generasi pertama, jumlah mahasiswa dari negara berkembang, proporsi siswa dan staf dengan disabilitas, ukuran yang melawan diskriminasi, dan jumlah riset universitas terkait upaya penurunan ketidaksetaraan.

Sebagai informasi, mahasiswa generasi pertama atau first generation student adalah mahasiswa dengan orang tua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi atau tidak menyelesaikan pendidikan tinggi. Istilah ini juga berlaku untuk mahasiswa dengan kondisi tersebut, namun nenek, kakek, dan saudara kandung yang menyelesaikan pendidikan tinggi.

Dilansir dari laman Times Higher Education, berikut 5 universitas terbaik dunia dalam pengentasan ketidaksetaraan dan diskriminasi tahun 2021.

5 Universitas Terbaik Dunia dalam Pengentasan Ketidaksetaraan dan Diskriminasi

1. University of Canberra, Australia

University of Canberra menjadi universitas terbaik dunia dalam penerapan SDG 10-Isu Ketidaksetaraan dalam pendidikan tahun 2021. Selama 12 tahun, kampus ini menjadi Employer of Choice for Gender Equality atau Institusi Pilihan untuk Kesetaraan Gender hingga 2019.

University of Canberra juga meraih Athena SWAN Institutional Bronze Award sebagai bagian dari Science in Australia Gender Equity (SAGE) in 2020. Universitas ini juga aktif melakukan penelitian tentang ketidaksetaraan dan diskriminasi sosial, serta berkomitmen untuk merekrut staf dan siswa dari kelompok yang kurang terwakili di masyarakat.

2. RMIT University, Australia

Di samping menjalankan SDGs secara keseluruhan, RMIT University, Australia aktif melakukan sejumlah proyek penelitian yang mengeksplorasi ketidaksetaraan di semua aspek masyarakat di Australia dan sekitarnya. Salah satu proyek penelitian tersebut berfokus pada kelayakan hidup kota-kota di Australia melalui analisis sistem transportasi umum, ruang terbuka publik, keterjangkauan perumahan, kemudahan berjalan kaki, lapangan kerja, serta lingkungan makanan dan alkohol.

3. King Abdulaziz University, Arab Saudi

King Abdulaziz University, Jeddah, Arab Saudi menyediakan pendidikan, perumahan, dan tunjangan gratis bagi semua mahasiswa, seperti sebagian besar universitas negeri di Arab Saudi. Sebagai informasi, universitas yang didirikan pada tahun 1967 sebagai universitas swasta ini menjadi universitas negeri pada tahun 1974.

4. Western Sydney University, Australia

Western Sydney University menyediakan layanan disabilitas secara profesional bagi mahasiswa disabilitas. Layanan disabilitas di Western Sydney University terdiri dari tim penasihat disabilitas profesional dan staf pendukung pendidikan yang terlatih. Layanan ini membantu dengan saran pra-penerimaan, dukungan akademis dan advokasi tentang isu-isu terkait disabilitas.

Western Sydney University juga menyediakan berbagai dukungan untuk siswa internasional. Salah satunya panduan dan saran praktis tentang hidup dan belajar di Australia, serta informasi penting tentang kesehatan mental dan kesepian. Kampus ini juga menyediakan support centre khusus untuk para mahasiswa Aborigin dan Kepulauan Selat Torres, yakni para mahasiswa keturunan orang asli Australia.

5. Keele University, Inggris

Institute of Sustainable Futures di Keele University, Inggris berkontribusi pada penelitian, pendidikan dan pelatihan lewat pengabdian di enam sektor untuk masyarakat yang sehat dan berkelanjutan. Sejumlah proyek di institut milik Keele University tersebut termasuk memerangi malaria, meneliti hubungan antara kesehatan mental dan kesejahteraan, ruang hijau dan hubungannya dengan alam, hingga penyakit dan perubahan lingkungan.

Kelima universitas terbaik dunia tersebut disusul oleh University of Southern Denmark, Indiana University, Purdue University, University of Wollongong, University of Leeds, dan Massachusetts Institute of Technology.

Nah, itu dia deretan universitas terbaik dunia dalam pengentasan ketidaksetaraan dan diskriminasi. Kampus mana yang kamu incar, detikers?

Simak Video "Progres Signifikan China dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia