Soal Kebocoran Data Presiden Jokowi, Guru Besar Unair Angkat Bicara

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 14:00 WIB
Cina Sahkan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi Pengguna Internet
Foto: DW (News)/Hal-hal yang Menyebabkan Seseorang Berhadas Besar.
Jakarta - Guru Besar Fisip Unair menanggapi bocornya data pribadi Presiden Joko Widodo. Kasusu ini memicu pertanyaan terkait keamanan data pribadi di Indonesia, apalagi ini bukan kali pertama terjadi.

Menurut Prof Henri Subiakto, kebocoran terjadi karena minimnya cyber security di Indonesia. Tenaga yang kompeten dalam cybersecurity tidak sebandung dengan perkembangan digital sehingga terjadi gap.

"Kasus pelanggaran data pribadi khususnya bentuk digital yang sering terjadi di antaranya penyalahgunaan dan jual-beli data pribadi serta penipuan menggunakan data pribadi orang lain," tulis Prof Henri dikutip dari situs resmi Unair.

Pelanggaran data pribadi disebabkan serangan siber, outsourcing data ke pihak ketiga, kegagalan sistem, human error, bahkan kesengajaan oknum tertentu. Pemerintah harus mengambil peran dalam menjaga keamanan digital masyarakat.

Terkait keamanan digital masyarakat, saat ini pemerintah masih menggodok rumusan undang-undang tentang perlindungan data pribadi. Dosen senior Unair tersebut menjelaskan, RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) adalah merupakan instrumen hukum melindungi data pribadi warga negara dari penyalahgunaan.

Perlindungan data pribadi termasuk salah satu poin HAM yang diamanatkan UUD 1945 pasal 28 G ayat 1. Ayat tersebut menyatakan setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, harta benda yang dibawah kekuasaannya, rasa aman, dan perlindungan.

Lima poin RUU PDP yang dijelaskan Prof Henri adalah:

1. Kebutuhan Peraturan Perlindungan Data Pribadi Yang Komprehensif

2. Tata Kelola

3. Kepastian Hukum

4. Ekosistem Ekonomi Digital

5. Pertukaran Data Lintas Batas Negara.

Dosen ilmu komunikasi FISIP Unair tersebut berharap RUU PDP bisa segera disahkan. Aturan serupa telah dimiliki negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Simak Video "Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia