Mantul! Mahasiswa Unnes Ciptakan Aplikasi untuk Emak-emak & Pedagang

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 08 Sep 2021 07:30 WIB
Aplikasi Smoots ciptaan mahasiswa Unnes
Foto: Screenshoot
Jakarta - Lima mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menciptakan aplikasi Inspirasi Masakan dengan fitur belanja. Aplikasi tersebut dinamakan Smart Mother's.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Khoir Indana, Ais Bayu Aji, Alfira Rista Susanti, Yasir Aqil Noorlatief dan Ali Mir'raaj yang dibimbing oleh Siti Ridloah SE MMgmt.

Berkat menciptakan aplikasi Inspirasi Masakan dengan fitur belanja mereka berhasil lolos pendanaan PKM-PI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2021.

Khoir Indana selaku ketua tim mengatakan, salah satu alasan inovasi diciptakan adalah fakta pandemi COVID-19 yang memberi dampak signifikan terhadap omset penjualan pedagang pasar.

"Kami melakukan observasi dan wawancara terhadap para pedagang di pasar Karangayu Semarang, sebagian besar mengaku pendapatannya turun drastis sejak pandemi. Bahkan penurunannya mencapai lebih dari 70%. Kami turut prihatin dengan keadaan ini," jelasnya seperti dikutip detikEdu dari laman resmi Unnes, Selasa (7/9/2021).

Padahal, menurut Khoir, pasar tradisional saat ini masih menjadi wadah bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama dalam kebutuhan bahan pokok pangan.

Bahkan berdasarkan data BPS jumlah pasar tradisional di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 15.657. Banyak masyarakat kelas bawah yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional.

Hal itulah yang mendasari Khoir dan kawan-kawan untuk menciptakan aplikasi Inspirasi Masakan dengan fitur belanja sebagai upaya digitalisasi pasar tradisional dikala pandemi COVID-19.

"Aplikasi kami namai Smoots atau Smart Mother's dengan tagline 'pilihan ibu cerdas' dengan maksud agar aplikasi ini nantinya menjadi aplikasi yang digemari para pelanggan pasar yang kebanyakan adalah seorang ibu, yang selalu disibukkan dengan banyak aktivitas," ungkapnya.

Selain digitalisasi pasar, ide ini juga muncul atas dasar pengalaman pribadinya. Khoir mengaku sering melihat ibunya yang juga bekerja, namun harus memikirkan apa yang akan dimasak pada hari itu.

"Dalam aplikasi Smoots terdapat fitur Inspirasi masakan nantinya pengguna dapat menemukan berbagai inspirasi masakan beserta resep dan bahan-bahan yang dibutuhkan," tutur Khoir.

Tak hanya itu, kondisi lain juga menjadi alasan terciptanya aplikasi ini. Misalnya ketika akan berbelanja cukup banyak harus mencatat daftar belanja dengan kertas, membutuhkan banyak waktu untuk pergi ke pasar dan berbelanja.

Selain itu, di masa pandemi seperti ini, juga ada kekhawatiran ketika harus berinteraksi secara langsung di pasar.

Dengan aplikasi Smoots, pengguna dapat langsung berbelanja dan melakukan pemesanan kemudian pesanan akan diantarkan oleh kurir. Selain itu juga terdapat fitur atur uang sebagai fasilitas untuk mencatat keuangan.

"Fitur-fitur ini kami ciptakan agar ada unsur yang menarik bagi pelanggan pasar untuk bergabung dengan Smoots," kata Alfira, salah satu anggota tim.

Menariknya, Smoots juga memberikan kesempatan kepada pengguna yang suka berkreasi agar dapat mengunggah resep kreasi sendiri. Pengguna berpeluang mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah ratusan ribu rupiah tiap dua minggu sekali.

Aplikasi akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna dan pedagang. Hal itu dikarenakan aplikasi ini diharapkan dapat diterapkan di seluruh pasar di Indonesia.

Meski nantinya pandemi COVID-19 akan berakhir, namun mahasiswa Unnes berharap aplikasi ini akan tetap dibutuhkan mengingat pentingnya digitalisasi pada era revolusi industri 4.0 yang telah mengubah perilaku masyarakat dari konvensional menjadi serba digital.

Simak Video "Pengakuan Mahasiswa yang 'Di-SmackDown' Polisi: Agak Sedikit Pegal-pegal"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia