Selangkah Lagi Sarjana, Mahasiswa UI Ini Pilih Masuk Akademi Militer

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 03 Sep 2021 10:50 WIB
Muhammad Azmi Aldaffa
Muhammad Azmi Aldaffa, mahasiswa UI yang memilih masuk Akmil (dok. TNI-AD)
Jakarta -

Tekad kuat untuk mewujudkan cita-cita sejak kecil menjadi taruna Akademi Militer (Akmil) membuat seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) rela meninggalkan kuliah saat berada di tingkat akhir jelang tahap skripsi.

Mahasiswa jurusan Sastra Rusia UI angkatan 2017 tersebut bernama Muhammad Azmi Aldaffa. Saat-saat akhir menuntaskan kuliah dengan menyandang gelar sarjana, ia justru kembali mendaftar menjadi seorang taruna Akmil.

"Dari kecil saya memiliki cita-cita menjadi tentara. Terus melihat taruna dan tentara tentara di Indonesia itu kelihatan gagah. Jadi saya semakin termotivasi untuk jadi tentara," kata Daffa seperti dikutip detikEdu dari akun Youtube TNI AD, Kamis (3/9/2021).

Rencana mendaftar Akmil tidak muncul begitu saja. Sejak lulus SMA pada tahun 2017 silam, Daffa pun langsung mendaftar ke Akmil. Namun dia gagal diterima menjadi seorang taruna Akmil di tahun pertama mendaftar.

"Saya memutuskan, daripada nganggur, saya mencoba mengikuti SBMPTN ambil kuliah UI jurusan bahasa Rusia. Mungkin karena takdir, saya akhirnya diterima di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan kuliah selama 6-7 semester," ujarnya.

Selama kuliah di UI, mulai tahun 2017 hingga 2019, Daffa tidak pernah melepas mimpinya untuk menjadi seorang taruna.

Terbukti selama kuliah, Daffa terus ikut tes masuk Akmil. Tiap tahun ia tak pernah absen tapi gagal. Kegagalan demi kegagalan tak membuat tekadnya luruh. Sampai akhirnya pada tahun 2020 ia baru dinyatakan lolos Akmil.

Perjuangan Daffa dalam meraih cita-citanya tak berhenti di situ saja. Keputusannya untuk keluar UI dan mendaftar Akmil sempat mendapatkan berbagai halangan.

"Orang tua sempat menyayangkan. Mending lanjutin aja kuliahnya, sebentar lagi lulus. Saya akhirnya berdiskusi (dengan orang tua) terkait masa depan saya akan bagaimana," ungkapnya.

Meski sempat disayangkan, tapi pada akhirnya mantan mahasiswa UI tersebut bisa meyakinkan orang tua untuk mendaftar Akmil.

"Saya sampai memohon kepada kepada Ibu saya. Saya mohon karena tahun 2020 adalah tahun terakhir. Akhirnya saya diperbolehkan daftar Akmil. Kemudian dengan restu orang tua saya diterima pada tahun 2020," paparnya.

Tak hanya orang tua, banyak juga dari teman-teman kampusnya yang menyayangkan keputusan Daffa meninggalkan UI akan selangkah lagi ia bisa jadi sarjana UI.

Namun, dengan mudah Daffa menjawab bahwa semua orang memiliki kebanggaannya masing-masing.

"Setiap orang punya mimpinya masing-masing, mungkin ada orang yang orang kira jadi mahasiswa atau sarjana UI itu membanggakan, tapi yang lain mungkin punya mimpi yang berbeda. Menurut saya, kebanggan saya di sini, di Akmil. Lulus jadi Letnan Dua (Letda) itu jadi kebanggaan saya sendiri," katanya.

Setelah lulus Akmil menjadi Letnan Dua (Letda), Daffa berharap ingin memiliki karier yang lancar, termasuk bisa mencapai cita-citanya berkarier di luar negeri.

Terakhir, mantan mahasiswa UI tersebut menyampaikan bahwa semua orang memiliki mimpinya masing-masing, dan mimpinya adalah berada di Akmil.



Simak Video "Tanda Tangan Jokowi Bikin Rektor UI Bisa Rangkap Jabatan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia