4 Rekomendasi Forum Rektor Indonesia di Bidang Pendidikan Saat COVID-19

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 28 Jul 2021 06:59 WIB
Sejumlah anak dengan didampingi orang tua berkumpul di pos keamanan atau pos ronda di pemukiman kawasan Pejompongan, Benhil, Jakarta, Jumat (4/9/2020).
Potret semangat anak-anak Pejompongan, Jakarta belajar jarak jauh di pos keamanan (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan terjadinya krisis multi-dimensional yang memunculkan berbagai persoalan dan tantangan di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.

Ketua Forum Rektor Indonesia 2020-2021 Arif Satria menyampaikan salah satu masalah akibat pandemi berkepanjangan yakni potensi menurunnya kualitas pembangunan manusia dan pendidikan di Indonesia, bahkan bisa mengakibatkan 'generation loss'.

Merespon masalah dan tantangan tersebut, FRI beranggotakan pimpinan perguruan tinggi di Indonesia dalam Konferensi FRI 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (27/7/2021) mengeluarkan sejumlah rekomendasi pada pemerintah.

Berikut adalah rekomendasi Forum Rektor Indonesia yang dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikEdu:

1. Pemerintah Harus Berikan Perhatian Khusus Pada Dunia Pendidikan

Dampak pandemic COVID-19 bagi Indonesia adalah pembangunan manusia, khususnya di bidang pendidikan. Pandemi COVID-19 berkepanjangan berpotensi menurunkan kualitas pembangunan manusia dan pendidikan di Indonesia, bahkan bisa mengakibatkan 'generation loss'.

Diperlukan langkah mitigasi dan upaya khusus untuk memastikan pembangunan manusia dan pendidikan berada dalam performa unggul dan utama.

2. Membantu Mahasiswa dan Dosen dalam Menjalankan Proses Pendidikan

Dengan memperluas akses dan jangkauan Kartu Indonesia Pintar (KIP), meningkatkan bantuan UKT/SPP bagi mahasiswa, menambah bantuan kuota internet bagi mahasiswa dan dosen.

Selain itu membantu perguruan tinggi swasta (PTS) dengan mengupayakan model pendanaan alternatif sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap dunia pendidikan tinggi.

3. Hal Penting yang Harus Diperhatikan di Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

FRI beranggapan terdapat 5 hal penting yang harus diperhatikan pada program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka:

- Harus diikuti dengan otonomi kampus yang lebih besar. Hal ini tidak hanya diberikan untuk mahasiswa saja melainkan juga kepada kampus dan dosen.

- Membuat kerangka regulasi komprehensif: melakukan deregulasi aturan yang menghambat seperti sistem akreditasi PT, UU Dosen dan Guru, regulasi terkait tugas belajar & izin belajar dosen, termasuk perubahan statuta perguruan tinggi.

- Pendidikan karakter penting diperkuat untuk mahasiswa. Hal tersebut dapat dilakukan agar mahasiswa menyadari kewajibannya terhadap negara, bangsa, dan agamanya. Selain itu penguatan karakter juga perlu dikolaborasikan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental.

- Pemerintah perlu menjadi jembatan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Tidak semua perguruan tinggi memiliki akses yang menjangkau industri.

- Perluasan akses beasiswa S3 dalam negeri untuk dosen yang berada di perguruan tinggi di kawasan 3T dan perguruan tinggi swasta. Hal ini dilakukan agar memperkuat SDM dan menambah jumlah riset dalam negeri.

4. Melakukan Penataan Ulang Lembaga Riset

Forum Rektor Indonesia merekomendasikan penataan ulang lembaga riset dilakukan dengan desain peta jalan riset nasional yang komprehensif, memperkuat resources sharing antar lembaga, dan mendorong mendorong penguatan jejaring internasional.



Simak Video "Ketua Komisi X Minta Nadiem Batalkan Renovasi Ruang Kerja Rp 6,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia