Jokowi: Dunia Pendidikan Telah Terdisrupsi oleh Edutech

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 27 Jul 2021 20:30 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan teknologi membuat perubahan di semua bidang termasuk dunia pendidikan yang telah terdisrupsi oleh edutech atau education technology. Karena itu lembaga perguruan tinggi harus memperkuat posisinya sebagai institusi edutech.

"Kita harus akui bahwa teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan terdisrupsi oleh hadirnya fintech dan e-payment. Dunia kedokteran dan farmasi oleh health-tech. Pendidikan telah terdisrupsi besar-besaran oleh edutech," ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya di Konferensi Forum Rektor Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Melihat kondisi tersebut, Jokowi mendorong agar lembaga perguruan tinggi harus memperkuat posisinya sebagai institusi edutech. "Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital. Digital learning bukan hanya pemanfaatan dari pengajaran digital oleh dosen. Memfasilitasi mahasiswa belajar dari mana saja harus diutamakan. Belajar dari praktisi," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu juga Jokowi berpesan agar ke depannya kurikulum di perguruan tinggi harus memasukkan SKS yang berkaitan dengan dunia industri. "Pelaku industri juga harus difasilitasi. Kurikulum harus memberikan sks yang jauh lebih besar bagi mahasiswa untuk belajar dari praktisi dan industri. Eksposure mahasiswa dan dosen kepada industry teknologi masa depan harus ditingkatkan," kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan perspektif kewirausahaan dalam bidang pendidikan. Ia menganggap lembaga tinggi harus bekerja untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa. "Perspektif kewirausahaan juga penting sebagai upaya berkelanjutan. Mahasiswa harus dididik dalam ekosistem tersebut yaitu ekosistem sociotechno entrepreneur yaitu memecahkan masalah sosial dengan teknologi secara inovatif dan berkewirausahaan," ujar Jokowi.

Menurutnya para mahasiswa juga harus difasilitasi untuk bersaing di pasar kerja yang semakin terbuka dan terglobalisasi. "Harus mampu menjadi industriawan yang menciptakan lapangan kerja, mampu meningkatkan status sosial membuat dirinya naik kelas dan menjadikan UMKM naik bersama-sama," papar Jokowi .

Adapun, Jokowi menyampaikan jika tugas di dunia pendidikan tersebut dapat lebih ringan jika melakukannya dengan kampus merdeka dan merdeka belajar salah satu instrumen penting untuk itu. Mahasiswa bisa belajar dimana saja yang dirasa penting.

"Beri kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan talentanya. Mahasiswa dari jurusan yang sama tidak berarti harus belajar hal yang sepenuhnya sama. Mahasiswa di jurusan yang sama bukan berarti harus berprofesi yang sama. Setiap mahasiswa mempunyai talentanya masing-masing yang harus digali dan difasilitasi," kata Jokowi.

"Itulah esensi dari program kampus merdeka dan merdeka belajar bagi dunia pendidikan. Apapun profesinya di masa depan semuanya membutuhkan hybrid knowledge dan hybrid skill. Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku," kata Jokowi.



Simak Video "Kapolri Minta Polisi Humanis Sikapi Warga Beraspirasi saat Kunker Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia