Prodi PMD DIII STPMD 'APMD' Yogyakarta Cetak Kader Pembangunan Desa

Content Promotion - detikEdu
Minggu, 13 Jun 2021 10:07 WIB
STPMD
Foto: Dok. STPMD
Jakarta - Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga (PMD D III) didirikan pada tahun 1965 oleh para Tentara Pelajar Brigade 17 dengan nama Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD). Perkembangan selanjutnya APMD menjadi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa 'APMD' dalam naungan Yayasan Pengembangan Pendidikan 'Tujuh Belas'.

Mendasari sejarah serta jiwa pendirian, Prodi Pembangunan Masyarakat Desa tetap konsisten memperhatikan desa sebagai fokus studi yang menjadi cita-cita pendiri untuk mewujudkan desa lebih makmur dan sejahtera.

Pada tahun 2020, sebanyak 74.754 desa tersebar di wilayah nusantara. Kondisi fisik desa, penyelenggaraan pemerintahan, proses pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa sangat bervariasi, sehingga tingkat kemajuan desa sangat berbeda-beda. Penerapan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 merupakan regulasi yang secara tegas mewujudkan desa mandiri, maju, demokratis, dan sejahtera.

Prodi PMD D III dengan akreditasi B berdasarkan keputusan BAN PT tahun 2019 No:3986/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/X/2019 mendidik serta menghasilkan lulusan yang kompeten, siap menjadi fasilitator dan motivator desa sebagai agent of change yang berprofesi di berbagai bidang lapangan kerja seperti aparat desa, kader pembangunan masyarakat dan desa serta di berbagai institusi yang bersentuhan dengan pemberdayaan masyarakat dengan karakter yang tangguh dan andal. Kompetensi lulusan yakni memiliki kemampuan memimpin dan memfasilitasi proses pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan potensi desa, memiliki keterampilan dalam mengelola pembangunan desa dan penyelenggaraan pemerintah desa.

Dalam mencetak dan membangun karakter mahasiswa sesuai dengan kompetensi lulusan, maka penggunaan metode pembelajaran student centre learning dengan inovasi pembelajaran. Di samping itu mahasiswa dari lulusan SMA yang baru lulus dan yang telah bekerja sebagai perangkat desa membuat proses pembelajaran saat diskusi menjadi produktif dan menarik.

Tenaga pendidik memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pemberdayaan dan pembangunan masyarakat desa. Kurikulum pembelajaran dirancang dengan komposisi 60% praktek dan 40 % teori. Beberapa saluran media Prodi Pembangunan Masyarakat Desa, Diploma III, yakni instagram (@pmd_apmd), website (www.pmd.apmd.ac.id), Facebook (Prodi Pmd Stpmd Apmd), YouTube (rubrik pmd).

Lulusan Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga terserap di dunia kerja pada profesi yang luas Berikut testimoni dari alumni.

"Tugas yang diberikan dosen selalu berinteraksi langsung di kehidupan masyarakat. Hasil pembelajaran, saya memiliki keterampilan dalam menyusun program," kata Filixius Mula, Amd yang kini pegawai Bank NTT.

"Kuliah di Prodi PMD, saya tidak hanya mendapatkan teori saja tetapi praktek langsung di desa," ungkap Arnoldus Iyonde, Amd, Staff Seksi Pemerintahan Kantor Distrik Kimaam, Kab Merauke, Papua.

"Suasana perkuliahan sangat menyenangkan, dosen mengedepankan diskusi dan selalu merespon dengan baik yang menjadikan mahasiswa terlatih untuk berkomunikasi di publik," ujar Siti Yuningsih, pegawai Badan Permusyawaratan Kelurahan Wonokerto, Kabupaten Sleman, DIY.

Raih kesempatan dan gabunglah dengan STPMD 'APMD' Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga. Untuk informasi selengkapnya bisa dilihat di laman http://stpmd.apmd.ac.id; informasi pendaftaran: http://bit.ly/ppmb-apmd. Video profil lengkap bisa diakses melalui https://youtu.be/IdFwsgZPwiY dan https://youtu.be/CPX5YiUF9_U (ads/ads)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia