Rektor ITB Ancam Sidak Tempat Nongkrong Mahasiswa

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 09 Mei 2021 16:03 WIB
Rektor ITB, Reini Wirahadikusumah (Dok. Situs ITB)
Rektor ITB Reini Wirahadikusumah ingatkan mahasiswa agar tidak berkerumun (Dok. Situs ITB)
Jakarta - Menjelang tahun ajaran baru yang rencananya akan digelar dengan metode hybrid atau campuran daring (online) dan luring atau tatap muka pada Agustus 2021, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Reini Djuhraeni Wirahadikusumah mengingatkan mahasiswa tidak berkerumun dan saling menjaga keselamatan warga kampus.

Ia menegaskan bahwa ITB sangat memprioritaskan keselamatan seluruh warga kampus dalam penyelenggaraan akademik. Baik itu dosen, tenaga kependidikan, peneliti, sampai mahasiswa menurut Reini merupakan aset sumber daya manusia nasional.

"Anda adalah orang-orang yang masuk ke ITB melalui seleksi yang sangat ketat. Jadi jangan sampai kita kehilangan Anda, mahasiswa generasi muda calon penerus bangsa ini," ujar Reini dalam Dialog Akademik ITB episode Perkuliahan Semester 1 2021/2022, Sabtu (8/5/2021).

"Begitu pula dosen, tendik, dan penelitinya yang unggul. Karena kita sadari COVID-19 ini dapat berakibat sangat fatal. Jangan sampai ITB kehilangan aset SDM nasional."

Karena itu, menurut Reini penyelenggaraan akademik di ITB jadi tanggung jawab bersama termasuk mahasiswa. Reini meminta mahasiswa memperhatikan perjalanan dari rumah atau kos sampai ke kampus serta budaya bersosialisasi sebisanya tidak meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19.

"Di depan rumah saya sudah penuh anak muda kumpul-kumpul berkerumun. Kalau Anda seperti itu, kita tidak usah kuliah luring lah. Kalau mahasiswa ITB ada di situ terus," kata Reini.

Reini pun mengatakan akan melakukan sidak ke sejumlah kafe tempat mahasiswa biasa nongkrong dan berkerumun. "Nanti saya sidak itu di kafe-kafe yang penuh dengan mahasiswa. Ada mahasiswa kita nggak? Kalau anda mahasiswa ITB ya besok tidak usah kuliah luring," ujar Reini.

Guru Besar pada Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB itu menuturkan, upaya menekan risiko peningkatan kasus positif COVID-19 juga dilakukan dosen, tendik, dan peneliti.

"Saya salut perjuangan Anda masuk ITB, bagaimana bertahan di ITB, mendapat IP baik, dan menjadi orang yang bermanfaat untuk pembangunan bangsa. Tetapi trust dan respect harus dua arah. Karena kita dosen pun sama, enggak boleh bukber dan sebagainya. Jadi kita harus empati, ingat bahwa apa yang kita lakukan akan meningkatkan risiko keselamatan orang lain dan semuanya," tambahnya.

Reini menuturkan, kegiatan akademik luring di ITB rencananya akan dilaksanakan bertahap dengan risiko terukur dan persiapan matang. Para mahasiswa ITB perwakilan Himpunan Mahasiswa Program Studi menyampaikan aspirasi tentang kebutuhan pelaksanaan kuliah luring dalam dialog tersebut.

"Persiapan ini melibatkan mahasiswa karena akan menjadi yang melaksanakannya," kata doktor bidang teknik sipil dari Purdue University, Amerika Serikat ini.

Ia mengakui perlu optimasi yang tepat karena kegiatan kampus ITB tidak dapat terselenggara seperti sebelumnya. "Kegiatan luring semester depan very challenging. Bagaimana caranya membuat sesuatu kegiatan yang aman, lulus tepat waktu," ucapnya.

(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia