Pembelajaran Kuliah Daring, Ice Institute Gandeng Sejumlah Universitas

Anatasia Anjani - detikEdu
Kamis, 06 Mei 2021 21:19 WIB
Pandemi COVID-19 membuat kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring guna mencegah virus Corona. Seperti apa aktivitas kuliah online di masa pandemi?
Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Jakarta - Paulina Pannen dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama UT dengan Perguruan Tinggi Mitra dalam Rangka Pengembangan Pembelajaran Daring di Indonesia (ICE Institute) di saluran resmi Universitas Terbuka TV memaparkan terdapat 14 universitas yang terlibat dan bekerja sama dengan Ice Institute hari Kamis (6/05).

"9 yang melakukan penandatanganan secara langsung terkait kuliah daring yaitu Universitas Pradhita, UNJ, Binus, UI, Atmajaya, UGM, UPH, ITS, UNS, dan UT. Akan bergabung dengan kita selanjutnya untuk penandatanganan IPB, Unpad, dan Undip," terang Paulina.

Secara umum perjanjian kerja sama antara UT dan perguruan tinggi mitra bertujuan mengembangkan dan memanfaatkan pembelajaran daring secara bersama-sama dalam platform Ice Institute sebagai galeri pembelajaran daring di Indonesia, antara lain penyediaan dan pemanfaatan bahan belajar daring yang sudah terkurasi dalam rangka merdeka belajar untuk semua.

"Selain itu platform ice institute juga memfasilitasi dalam bentuk block chain untuk microcredentials yang akan dimanfaatkan untuk alih kredit serta penyelarasan dalam pasar kerja digital. Setiap perguruan tinggi mitra akan diminta berkontribusi 10 mata kuliah untuk ditawarkan secara gratis selama 3 tahun dalam platform Ice Institute," papar Paulina.

Lebih lanjut Paulina menerangkan ada 120 mata kuliah daring yang akan diintegrasikan dalam platform ice institute. Melalui kerjasama ini Ice Institute diharapkan dapat memfasilitasi perguruan tinggi Indonesia untuk menyediakan mata kuliah daring ke berbagai pengguna serta memfasilitasi mahasiswa untuk memilih berbagai macam berbagai kuliah daring secara cepat.

Selaras dengan hal tersebut Dirjen Dikti Nizam juga menyampaikan hal serupa. "Dengan perkembangan iptek yang semakin canggih, maka kuliah daring menjadi suatu modalitas," ujar Nizam.

Menurut Nizam, Perguruan tinggi juga harus menyiapkan kompetensi menyiapkan kecakapan, menyiapkan pengetahuan keterampilan, hardskil maupun soft skill dari mahasiswa di seluruh pelosok tanah air. Pembelajaran daring belum cukup sebagai media untuk mengasah kompetensi mahasiswa. Untuk mewujudkan pendidikan bagi semua utamanya pembelajaran jarak jauh maka perlu adanya kerja sama.

"Dengan menggunakan platform ICE Institute kita harapkan kolaborasi antar mahasiswa lintas daerah bisa terjadi. Demikian pula dengan kolaborasi dosen dari satu perguruan tinggi yang satu dengan yang lain bisa terwujud," jelas Nizam.

Selain itu kuliah daring di UT juga membuka peluang bagi adult learners yang sudah ada di dunia kerja yang ingin meningkatkan kualifikasinya. "Saat ini kita tahu kemajuan teknologi sangat pesat sehingga membutuhkan continues of learning dan bisa dilakukan melalui ice institute ini," terang Nizam.

Simak Video "Jokowi: Kuliah Daring Lambat Dijalankan, Sekarang Jadi New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia