Potret Flora-Fauna Tanjung Puting, Taman Nasional yang Terbakar

1.200 Hektare TN Tanjung Puting terbakar. (Dok TNTP)

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga Kamis (15/10/2026) pukul 21.00 WIB, titik panas karhutla (hotspot) di enam provinsi prioritas mencapai 615 titik. Sebanyak 389 di antaranya berlokasi di Kalimantan Tengah, naik dari 130 titik pada sehari sebelumnya.  Foto: 1.200 Hektare TN Tanjung Puting terbakar. (Dok TNTP)

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (dok Balai TNTP)

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pemadaman karhutla di TN Tanjung Puting terutama diarahkan ke Pesalat dan kawasan Teluk Pulai, termasuk Sungai Buluh Kecil dan Sungai Buluh Besar.

"Dari hasil rapat sudah dipetakan dari banyak titik api yang tersebar di TNTP (Taman Nasional Tanjung Puting), ada empat yang patut kita perhitungkan, di mana kita akan bertarung melawan api," ujar Raja Juli di Pangkalan Bun, Rabu (14/10/2026) sore, dilansir detikKalimantan. Foto: dok Balai TNTP

Satwa di TNTP

Kementerian Kehutanan dalam laman resminya menjelaskan, kawasan Pesalat berdekatan dengan zona inti taman nasional dan merupakan area penting bagi orang utan.  

Pada Desember 2019 lalu, terjadi juga fenomena langka orang utan Linda melahirkan anak kembar di sekitar kawasan Resor Pesalat, Seksi Pengelolaan TN (SPTN) Wilayah III Tanjung Harapan, TNTP. Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP

Satwa di TNTP

Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii). Orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting paling banyak makan buah-buahan, dan juga makan bagian kulit, dan akan tanaman. Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP

Jambu makanan orang utan.

Ada sekitar 20 famili dan 95 jenis pakan orang utan di sana, berdasarkan data Statistik Balai Taman Nasional Tanjung Puting Tahun 2022, termasuk jambu. Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting

A Bornean Clouded Leopard (Neofelis diardi), found only on Borneo and Indonesia's Sumatra is seen in the Deramakot Forest Reserve in Malaysia's Sabah state, November 6, 2017. Picture taken November 6, 2017.  REUTERS/Michael Gordon

Taman Nasional Tanjung Puting juga rumah bagi macan dahan (Neofelis diardi), hewan yang dilindungi dan spesies kunci Pulau Kalimantan yang memastikan keseimbangan ekosistem TNTP masih terjaga sebagai puncak predator penyeimbang populasi satwa lain.  Foto: REUTERS/Michael Gordon

Induk bekantan (Nasalis larvatus) dan anaknya di Labuk Bay, Kalimantan.

Bekantan (Nasalis larvatus) juga hidup di Taman Nasional Tanjung Puting. Ia menggantungkan hidupnya pada beragam jenis makanan di sana, seperti buah Ubar (Syzygium sp.), bagian daun Ketiau (Ganua motleyana) dan jenis Mampai (Crudia terymannii). Foto: Charles J Sharp via Wikimedia Commons

hewan unik

Beragam mamalia lainnya juga hidup di Taman Nasional Tanjung Puting, sampai 42 jenis dari 20 famili pada 2021, termasuk tarsius yang berstatus rentan (Vulnerable). Beberapa yang paling banyak dijumpai yaitu famili kelelawar vesper (Vespertilionidae, 9 jenis), bajing Sciuridae (4 jenis), dan monyet Dunia Lama, Cercopithecidae (4 jenis), termasuk monyet ekor panjang. Kategorinya beragam, mulai dari berisiko rendah hingga kritis. Foto: (Ardiyanta/d'Traveler)

Kupu-kupu Lexias bangkana.

Masih berdasarkan data Statistik Balai TNTP Tahun 2022, ada 108 spesies dan 5 famili kupu-kupu di taman nasional ini, yang terbanyak yakni Nymphalidae (69 spesies). Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting

Kupu-kupu Junonia atlites.

Kupu-kupu TNTP paling banyak dijumpai di kawasan hutan pascaterbakar (HPT), didominasi Nacaduba sp. famili Lycaenidae; dan padang dan semak belukar (PSB), yang kebanyakan jenis Junonia atlites famili Nymphalidae. Foto: Jeevan Jose via Wikimedia Commons

Anggrek hitam Coelogyne pandurata.

Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) juga tumbuh di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sebelumnya, anggrek ini dikelola di dalam habitatnya (in situ) serta di luar habitatnya (ex situ) untuk menambah dan memulihkan populasinya. Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting

Bunglon di TNTP

Bunglon jambul hijau (Bronchocela cristatella) juga dapat dijumpai di TNTP. Reptil ini bisa berubah warna jadi hijau kecoklatan atau coklat. Foto: Jamaludin SSos

Polypedates colleti, katak pohon jam pasir.

Per 2021, sekitar 46 jenis amfibi hidup di Taman Nasional Tanjung Puting, yang terdiri dari enam famili: Megophryidae (5), Boufonidae (4), Microhylidae (3), Rananidae (25), Rhacophoridae (7), dan Dicroglossidae (1). Salah satunya yaitu Polypedates colleti atau katak pohon jam pasir.Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting

Burung seriwang Asia di TNTP

Burung seriwang Asia di TNTP. Sejumlah burung TNTP termasuk status perlindungan Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Pada 2021, termasuk di antaranya yaitu Near Threatened (mendekati terancam) 47 Jenis, Vulnerable (terancam) 11 Jenis, Endangered (terancam punah) 1 jenis, dan Critical Endangered (kritis) 1 jenis Foto: Muhamad Agus Supriyadi, PEH Balai TNTP

Hewan di Taman Nasional Tanjung Puting

Burung di Taman Nasional Tanjung Puting yang terancam punah yaitu bangau storm (Ciconia stormi). Bangau langka ini termasuk jenis burung yang dilindungi. Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP

Hewan di Taman Nasional Tanjung Puting

Burung punai gading (Treron fulvicollis) termasuk kategori Vulnerable (rentan) IUCN). Burung pemakan makan biji-bijian dan buah-buahan berukuran kecil ini suka hidup di tempat yang lembap dan pepohonan yang banyak buah.  Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP

Cangak laut

Cangak laut (Ardea sumatrana) atau great-billed heron bisa berukuran sangat besar, lebih dari 1 meter. Burung ini bisa terjun ke air maupun mematuk dari tempatnya berdiam dengan sangat cepat untuk menyambar mangsa. 

Meskipun termasuk kategori risiko rendah (Least Concern) dalam IUCN Assesed 2024, burung cangak laut termasuk jenis satwa yang dilindungi di Indonesia karena keberadaannya terancam. Foto: Hilal Fajri Ramadi, SSi, Penyuluh Balai TNTP

Hewan di Taman Nasional Tanjung Puting

Elang bondol (Haliastur indus) juga termasuk satwa langka yang dilindungi di Indonesia. Hewan ini dapat dijumpai di kawasan perairan, muara, dan sungai. Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP

Hewan di Taman Nasional Tanjung Puting

Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus). Spesies langka yang masuk daftar merah IUCN Ini dilindungi di Indonesia dan Vietnam, dengan perkiraan populasi tidak lebih dari 10.000 ekor sedunia.  Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga Kamis (15/10/2026) pukul 21.00 WIB, titik panas karhutla (hotspot) di enam provinsi prioritas mencapai 615 titik. Sebanyak 389 di antaranya berlokasi di Kalimantan Tengah, naik dari 130 titik pada sehari sebelumnya.  Foto: 1.200 Hektare TN Tanjung Puting terbakar. (Dok TNTP)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pemadaman karhutla di TN Tanjung Puting terutama diarahkan ke Pesalat dan kawasan Teluk Pulai, termasuk Sungai Buluh Kecil dan Sungai Buluh Besar.Dari hasil rapat sudah dipetakan dari banyak titik api yang tersebar di TNTP (Taman Nasional Tanjung Puting), ada empat yang patut kita perhitungkan, di mana kita akan bertarung melawan api, ujar Raja Juli di Pangkalan Bun, Rabu (14/10/2026) sore, dilansir detikKalimantan. Foto: dok Balai TNTP
Kementerian Kehutanan dalam laman resminya menjelaskan, kawasan Pesalat berdekatan dengan zona inti taman nasional dan merupakan area penting bagi orang utan.  Pada Desember 2019 lalu, terjadi juga fenomena langka orang utan Linda melahirkan anak kembar di sekitar kawasan Resor Pesalat, Seksi Pengelolaan TN (SPTN) Wilayah III Tanjung Harapan, TNTP. Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP
Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii). Orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting paling banyak makan buah-buahan, dan juga makan bagian kulit, dan akan tanaman. Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP
Ada sekitar 20 famili dan 95 jenis pakan orang utan di sana, berdasarkan data Statistik Balai Taman Nasional Tanjung Puting Tahun 2022, termasuk jambu. Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting juga rumah bagi macan dahan (Neofelis diardi), hewan yang dilindungi dan spesies kunci Pulau Kalimantan yang memastikan keseimbangan ekosistem TNTP masih terjaga sebagai puncak predator penyeimbang populasi satwa lain.  Foto: REUTERS/Michael Gordon
Bekantan (Nasalis larvatus) juga hidup di Taman Nasional Tanjung Puting. Ia menggantungkan hidupnya pada beragam jenis makanan di sana, seperti buah Ubar (Syzygium sp.), bagian daun Ketiau (Ganua motleyana) dan jenis Mampai (Crudia terymannii). Foto: Charles J Sharp via Wikimedia Commons
Beragam mamalia lainnya juga hidup di Taman Nasional Tanjung Puting, sampai 42 jenis dari 20 famili pada 2021, termasuk tarsius yang berstatus rentan (Vulnerable). Beberapa yang paling banyak dijumpai yaitu famili kelelawar vesper (Vespertilionidae, 9 jenis), bajing Sciuridae (4 jenis), dan monyet Dunia Lama, Cercopithecidae (4 jenis), termasuk monyet ekor panjang. Kategorinya beragam, mulai dari berisiko rendah hingga kritis. Foto: (Ardiyanta/dTraveler)
Masih berdasarkan data Statistik Balai TNTP Tahun 2022, ada 108 spesies dan 5 famili kupu-kupu di taman nasional ini, yang terbanyak yakni Nymphalidae (69 spesies). Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Kupu-kupu TNTP paling banyak dijumpai di kawasan hutan pascaterbakar (HPT), didominasi Nacaduba sp. famili Lycaenidae; dan padang dan semak belukar (PSB), yang kebanyakan jenis Junonia atlites famili Nymphalidae. Foto: Jeevan Jose via Wikimedia Commons
Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) juga tumbuh di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Sebelumnya, anggrek ini dikelola di dalam habitatnya (in situ) serta di luar habitatnya (ex situ) untuk menambah dan memulihkan populasinya. Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Bunglon jambul hijau (Bronchocela cristatella) juga dapat dijumpai di TNTP. Reptil ini bisa berubah warna jadi hijau kecoklatan atau coklat. Foto: Jamaludin SSos
Per 2021, sekitar 46 jenis amfibi hidup di Taman Nasional Tanjung Puting, yang terdiri dari enam famili: Megophryidae (5), Boufonidae (4), Microhylidae (3), Rananidae (25), Rhacophoridae (7), dan Dicroglossidae (1). Salah satunya yaitu Polypedates colleti atau katak pohon jam pasir.Foto: Dok Balai Taman Nasional Tanjung Puting
Burung seriwang Asia di TNTP. Sejumlah burung TNTP termasuk status perlindungan Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Pada 2021, termasuk di antaranya yaitu Near Threatened (mendekati terancam) 47 Jenis, Vulnerable (terancam) 11 Jenis, Endangered (terancam punah) 1 jenis, dan Critical Endangered (kritis) 1 jenis Foto: Muhamad Agus Supriyadi, PEH Balai TNTP
Burung di Taman Nasional Tanjung Puting yang terancam punah yaitu bangau storm (Ciconia stormi). Bangau langka ini termasuk jenis burung yang dilindungi. Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP
Burung punai gading (Treron fulvicollis) termasuk kategori Vulnerable (rentan) IUCN). Burung pemakan makan biji-bijian dan buah-buahan berukuran kecil ini suka hidup di tempat yang lembap dan pepohonan yang banyak buah.  Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP
Cangak laut (Ardea sumatrana) atau great-billed heron bisa berukuran sangat besar, lebih dari 1 meter. Burung ini bisa terjun ke air maupun mematuk dari tempatnya berdiam dengan sangat cepat untuk menyambar mangsa. Meskipun termasuk kategori risiko rendah (Least Concern) dalam IUCN Assesed 2024, burung cangak laut termasuk jenis satwa yang dilindungi di Indonesia karena keberadaannya terancam. Foto: Hilal Fajri Ramadi, SSi, Penyuluh Balai TNTP
Elang bondol (Haliastur indus) juga termasuk satwa langka yang dilindungi di Indonesia. Hewan ini dapat dijumpai di kawasan perairan, muara, dan sungai. Foto: Della Valenia Januarisa, SHut, PPNPN Balai TNTP
Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus). Spesies langka yang masuk daftar merah IUCN Ini dilindungi di Indonesia dan Vietnam, dengan perkiraan populasi tidak lebih dari 10.000 ekor sedunia.  Foto: Amalia Novita Putri, SHut, PEH Balai TNTP