Kriya Gading Wadahi Pasutri Seniman Kembangkan Batik Kontemporer

Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Hartadi, yang memiliki latar belakang sebagai pelukis lulusan sarjana seni di ISI Yogyakarta mengembangkan kreativitasnya melalui pembuatan motif batik. Pengalamannya melukis menjadi bekal dalam mengeksplorasi bentuk dan warna untuk menghasilkan corak yang menjadi ciri karya Kriya Gading.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Sementara itu, Harini yang berprofesi sebagai guru juga memiliki keterampilan membatik. Kemampuan tersebut melengkapi proses berkarya mereka, sekaligus mendorong keduanya untuk mengenalkan batik kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Kriya Gading menjadi wadah bagi Hartadi dan Harini untuk mengembangkan karya batik dengan pendekatan kontemporer. Melalui usaha ini, keduanya mengeksplorasi motif yang tidak hanya mengandalkan pola tradisional, tetapi juga memberi ruang bagi gagasan dan ekspresi seni yang lebih beragam.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Dalam proses pembuatannya, Hartadi memanfaatkan pengalamannya sebagai pelukis untuk merancang motif, sedangkan keterampilan membatik menjadi bagian penting dalam mewujudkan rancangan tersebut di atas kain. Proses ini membutuhkan ketelitian agar bentuk dan warna yang direncanakan dapat diterapkan sesuai konsep.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Bagi Hartadi, batik menjadi medium lain untuk menyalurkan kreativitas di luar seni lukis. Melalui perpaduan teknik dan eksplorasi visual, ia mengembangkan karya yang mempertemukan seni lukis dengan tradisi membatik.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Selain menghasilkan karya, Hartadi dan Harini juga senang memberikan edukasi mengenai batik kepada warga. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan proses pembuatan batik sekaligus memberikan pemahaman tentang tahapan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghasilkan karya batik.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, warga berkesempatan mengenal batik tidak hanya sebagai produk sandang, tetapi juga sebagai karya seni yang melalui proses kreatif. Pengenalan teknik dan motif diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan masyarakat untuk mempelajari keterampilan membatik.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Kolaborasi Hartadi dan Harini mempertemukan dua latar belakang berbeda, yakni seni lukis dan profesi pendidikan yang disertai keterampilan membatik. Keduanya memanfaatkan keahlian masing-masing untuk mengembangkan Kriya Gading sekaligus berbagi pengetahuan dengan masyarakat di sekitar tempat mereka berkegiatan.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki.

Lewat Kriya Gading, Hartadi dan Harini menjalankan dua kegiatan yang saling melengkapi, yakni memproduksi batik bermotif kontemporer dan memberikan edukasi kepada warga. Aktivitas mereka di Rusun Bermis menjadi bagian dari upaya mengembangkan kreativitas melalui batik serta memperkenalkan proses pembuatannya kepada masyarakat.

 
Pasangan suami istri Hartadi dan Harini membuat batik di kawasan Rusun Bermis, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Melalui Kriya Gading, keduanya mengembangkan batik bermotif kontemporer dengan memadukan keterampilan membatik dan latar belakang seni yang mereka miliki. 
Hartadi, yang memiliki latar belakang sebagai pelukis lulusan sarjana seni di ISI Yogyakarta mengembangkan kreativitasnya melalui pembuatan motif batik. Pengalamannya melukis menjadi bekal dalam mengeksplorasi bentuk dan warna untuk menghasilkan corak yang menjadi ciri karya Kriya Gading. 
Sementara itu, Harini yang berprofesi sebagai guru juga memiliki keterampilan membatik. Kemampuan tersebut melengkapi proses berkarya mereka, sekaligus mendorong keduanya untuk mengenalkan batik kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi. 
Kriya Gading menjadi wadah bagi Hartadi dan Harini untuk mengembangkan karya batik dengan pendekatan kontemporer. Melalui usaha ini, keduanya mengeksplorasi motif yang tidak hanya mengandalkan pola tradisional, tetapi juga memberi ruang bagi gagasan dan ekspresi seni yang lebih beragam. 
Dalam proses pembuatannya, Hartadi memanfaatkan pengalamannya sebagai pelukis untuk merancang motif, sedangkan keterampilan membatik menjadi bagian penting dalam mewujudkan rancangan tersebut di atas kain. Proses ini membutuhkan ketelitian agar bentuk dan warna yang direncanakan dapat diterapkan sesuai konsep. 
Bagi Hartadi, batik menjadi medium lain untuk menyalurkan kreativitas di luar seni lukis. Melalui perpaduan teknik dan eksplorasi visual, ia mengembangkan karya yang mempertemukan seni lukis dengan tradisi membatik. 
Selain menghasilkan karya, Hartadi dan Harini juga senang memberikan edukasi mengenai batik kepada warga. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkenalkan proses pembuatan batik sekaligus memberikan pemahaman tentang tahapan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghasilkan karya batik. 
Melalui kegiatan edukasi tersebut, warga berkesempatan mengenal batik tidak hanya sebagai produk sandang, tetapi juga sebagai karya seni yang melalui proses kreatif. Pengenalan teknik dan motif diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan masyarakat untuk mempelajari keterampilan membatik. 
Kolaborasi Hartadi dan Harini mempertemukan dua latar belakang berbeda, yakni seni lukis dan profesi pendidikan yang disertai keterampilan membatik. Keduanya memanfaatkan keahlian masing-masing untuk mengembangkan Kriya Gading sekaligus berbagi pengetahuan dengan masyarakat di sekitar tempat mereka berkegiatan. 
Lewat Kriya Gading, Hartadi dan Harini menjalankan dua kegiatan yang saling melengkapi, yakni memproduksi batik bermotif kontemporer dan memberikan edukasi kepada warga. Aktivitas mereka di Rusun Bermis menjadi bagian dari upaya mengembangkan kreativitas melalui batik serta memperkenalkan proses pembuatannya kepada masyarakat.