Merayakan Hari Batik Lewat Goresan Cilik

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Sejumlah anak belajar membatik di sekolah swasta dikawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada batik melalui aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Berbeda dari kegiatan membatik pada umumnya, anak-anak tidak menggunakan kain sebagai media membatik, melainkan memanfaatkan potongan kayu sebagai bidang untuk menuangkan motif.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Dengan penuh perhatian, anak-anak mencoba membuat pola dan memberikan sentuhan warna pada permukaan kayu menggunakan peralatan yang telah disiapkan.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal proses membatik dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Membatik di atas kayu juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi dengan bentuk, garis, serta warna sesuai kreativitas masing-masing.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Di sela kegiatan, mereka belajar bahwa batik bukan sekadar motif pada kain, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi Indonesia.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Pengenalan batik sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ketertarikan dan kecintaan anak-anak terhadap budaya Indonesia.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Melalui kegiatan kreatif tersebut, peringatan Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenakan batik, tetapi juga mengenalkan proses dan nilai budaya kepada generasi muda.

Sejumlah anak belajar membatik di TK Strada Santa Theresia, kawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Kegiatan membatik di atas kayu pun menjadi cara sederhana bagi anak-anak untuk mengenal dan ikut menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Sejumlah anak belajar membatik di sekolah swasta dikawasan Koja, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada batik melalui aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan usia mereka.
Berbeda dari kegiatan membatik pada umumnya, anak-anak tidak menggunakan kain sebagai media membatik, melainkan memanfaatkan potongan kayu sebagai bidang untuk menuangkan motif.
Dengan penuh perhatian, anak-anak mencoba membuat pola dan memberikan sentuhan warna pada permukaan kayu menggunakan peralatan yang telah disiapkan.
Aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal proses membatik dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Membatik di atas kayu juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi dengan bentuk, garis, serta warna sesuai kreativitas masing-masing.
Di sela kegiatan, mereka belajar bahwa batik bukan sekadar motif pada kain, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas bagi Indonesia.
Pengenalan batik sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ketertarikan dan kecintaan anak-anak terhadap budaya Indonesia.
Melalui kegiatan kreatif tersebut, peringatan Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenakan batik, tetapi juga mengenalkan proses dan nilai budaya kepada generasi muda.
Kegiatan membatik di atas kayu pun menjadi cara sederhana bagi anak-anak untuk mengenal dan ikut menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.