Ini ranting kayu? Bukan, ini Anchiale mabiensis betina. Spesies ini baru ditemukan di hutan hujan Mabi yang terancam punah di Queensland, tepatnya di Dataran Tinggi Atherton. Foto: Braxton R. Jones, dkk via Austral Entomology
A. mabiensis ini tampaknya merupakan spesies endemik di ekosistem yang terancam ini. Pada tahun 2021, hanya tersisa 1.050 hektar hutan hujan Mabi. Sisa-sisa tersebut juga sangat terfragmentasi, tersebar dalam petak-petak di seluruh lanskap pertanian. Foto: Braxton R. Jones, dkk via Austral Entomology
Ini adalah detail A. mabiensis jantan. "Temuan ini menunjukkan pentingnya melindungi ekosistem yang terancam dan mendokumentasikan keanekaragaman hayati Australia yang luar biasa sebelum kita kehilangan spesies bahkan sebelum kita menemukannya," kata ahli entomologi Braxton Jones, dari Universitas Sydney. Foto: Braxton R. Jones, dkk via Austral Entomology
Spesies baru lainnya, Anchiale robusta, penemuannya merupakan kasus salah identifikasi. Catatan mengenai serangga tongkat besar ini setidaknya berasal dari tahun 1976, ketika kantung telurnya salah diidentifikasi sebagai Ctenomorphodes briareus (spesies yang kemudian diganti namanya menjadi Anchiale briareus pada tahun 2007). Meskipun A. robusta memiliki hubungan yang cukup dekat dengan A. briareus , gen dan anatomi mereka cukup berbeda sehingga dapat dikatakan bahwa kedua spesies ini berada pada jalur yang berbeda dalam hal pemuliaan. Foto: Braxton R. Jones, dkk via Austral Entomology
Telur A. mabiensis berwarna cokelat kopi, dan tidak terlalu mengkilap atau memanjang seperti telur spesies terkait. Telur A. robusta memiliki warna cokelat yang lebih gelap. Saat serangga tongkat ini pertama kali bertelur, telurnya sangat mengkilap, tetapi seiring waktu permukaannya menjadi lebih bergelombang dan kusam, sehingga tampak seperti keabu-abuan. Foto: Braxton R. Jones, dkk via Austral Entomology