Abu Vulkanik Mereda, SMKN 47 Jakarta Kembali Gelar PTM

Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
PTM sebelumnya dihentikan sementara selama dua hari oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik. Selama 7–8 September 2026, siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Setelah kondisi abu vulkanik berkurang, aktivitas pembelajaran di sekolah kembali dibuka. Para siswa kini dapat kembali berinteraksi dan mengikuti pelajaran secara langsung bersama guru dan teman-temannya.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebelum PTM dimulai, pihak sekolah melakukan pembersihan dan sterilisasi lingkungan sekolah. Sejumlah area dibersihkan, termasuk ruang belajar yang dipersiapkan agar dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pembersihan dilakukan dengan mengepel serta menyiram sejumlah area sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sisa abu vulkanik yang mungkin masih berada di lingkungan sekolah dapat dibersihkan.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski PTM kembali digelar, pihak sekolah tetap mengimbau seluruh warga sekolah untuk memperhatikan kondisi lingkungan. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Guru dan tenaga kependidikan kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara langsung. Kembalinya PTM diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran setelah dua hari siswa belajar dari rumah.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan belajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dengan kembali dibukanya pembelajaran tatap muka, aktivitas sekolah perlahan berjalan normal. Namun, aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.
Siswa SMKN 47 Jakarta kembali mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).
PTM sebelumnya dihentikan sementara selama dua hari oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik. Selama 7–8 September 2026, siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Setelah kondisi abu vulkanik berkurang, aktivitas pembelajaran di sekolah kembali dibuka. Para siswa kini dapat kembali berinteraksi dan mengikuti pelajaran secara langsung bersama guru dan teman-temannya.
Sebelum PTM dimulai, pihak sekolah melakukan pembersihan dan sterilisasi lingkungan sekolah. Sejumlah area dibersihkan, termasuk ruang belajar yang dipersiapkan agar dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman.
Pembersihan dilakukan dengan mengepel serta menyiram sejumlah area sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sisa abu vulkanik yang mungkin masih berada di lingkungan sekolah dapat dibersihkan.
Meski PTM kembali digelar, pihak sekolah tetap mengimbau seluruh warga sekolah untuk memperhatikan kondisi lingkungan. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan selama beraktivitas di lingkungan sekolah.
Guru dan tenaga kependidikan kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara langsung. Kembalinya PTM diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran setelah dua hari siswa belajar dari rumah.
Dengan kembali dibukanya pembelajaran tatap muka, aktivitas sekolah perlahan berjalan normal. Namun, aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.