Sisa-sisa kerangka manusia yang ditemukan selama penggalian di Marina El Alamein. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
24 keping emas yang ditempatkan di dalam mulut beberapa orang yang telah meninggal. Dikenal sebagai "lidah emas," benda-benda tersebut dikaitkan dengan kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian. Salah satu kepingnya dibuat dalam bentuk "Mata Horus," salah satu simbol pelindung yang paling terkenal dalam kepercayaan Mesir kuno. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Ditemukan lampu minyak hias dan artefak lainnya. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Ditemukan pula fragmen patung sphinx dari plester. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Sebuah prasasti pemakaman dari batu kapur yang menggambarkan sosok yang sedang duduk. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Lubang vertikal di pemakaman yang mengarah ke salah satu ruang bawah tanah yang dipahat di bebatuan. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Sebuah sarkofagus granit masih tersegel di dalam salah satu makam yang baru digali. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir
Salah satu makam yang baru ditemukan di Marina El Alamein. Kota ini diyakini sebagai kota kuno Leukaspis, yang disebutkan oleh ahli geografi Yunani, Strabo . Kota ini berkembang pesat dari periode Helenistik hingga era Bizantium dan mencapai puncaknya selama tiga abad pertama Masehi sebagai pusat perdagangan dan perkotaan yang penting. Foto: Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir