Menanti Rampungnya Sekolah Rakyat Jateng 2

Pekerja menyapu lantai ruang kelas dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Semarang menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 yang berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni, dan ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 untuk digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye

Pekerja mengangkut material bangunan dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Pekerja menyapu lantai ruang kelas dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Semarang menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 yang berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni, dan ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 untuk digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye

Proyek tersebut terus dikebut menjelang target penyelesaian pada Juli 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Pekerja menyapu lantai ruang kelas dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Semarang menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 yang berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni, dan ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 untuk digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye

Pemerintah Kota Semarang menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Pekerja menyapu lantai ruang kelas dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Semarang menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 yang berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni, dan ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 untuk digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye

Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Pekerja menyapu lantai ruang kelas dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Semarang menyebutkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 yang berdiri di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni, dan ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 untuk digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye

Fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Pekerja mengangkut material bangunan dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2 di Rowosari, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  
Proyek tersebut terus dikebut menjelang target penyelesaian pada Juli 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  
Pemerintah Kota Semarang menyebut progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen per 24 Juni 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  
Sekolah Rakyat Jawa Tengah 2 dibangun di atas lahan seluas 65.000 meter persegi dan dirancang menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  
Fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar