Potret Dinding Makam Tutankhamun Jadi Sorotan di Luxor

Pihak berwenang Mesir membuka dua makam kuno yang dipugar di kawasan Tepi Barat Luxor. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Artefak penutup makam Tutankhamun dipamerkan. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Dinding plester makam Raja Tutankhamun disebut sebagai artefak langka yang baru diperlihatkan ke publik. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Relief dan lukisan di makam menggambarkan aktivitas pertanian serta kehidupan masyarakat Mesir kuno. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Makam Rabuya dan Samut berasal dari Dinasti ke-18 pada era Kerajaan Baru Mesir. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Kawasan Tepi Barat Sungai Nil di Luxor dikenal sebagai lokasi pemakaman para firaun Mesir kuno. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Di antara banyak firaun Kerajaan Baru yang dimakamkan di sana adalah Tutankhamun - yang populer dikenal sebagai Raja Tut - yang meninggal pada abad ke-14 SM. Makam tersebut beserta seluruh isinya digali pada tahun 1922. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

Pihak berwenang Mesir membuka dua makam kuno yang dipugar di kawasan Tepi Barat Luxor. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Artefak penutup makam Tutankhamun dipamerkan. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Dinding plester makam Raja Tutankhamun disebut sebagai artefak langka yang baru diperlihatkan ke publik. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Relief dan lukisan di makam menggambarkan aktivitas pertanian serta kehidupan masyarakat Mesir kuno. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Makam Rabuya dan Samut berasal dari Dinasti ke-18 pada era Kerajaan Baru Mesir. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Kawasan Tepi Barat Sungai Nil di Luxor dikenal sebagai lokasi pemakaman para firaun Mesir kuno. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany
Di antara banyak firaun Kerajaan Baru yang dimakamkan di sana adalah Tutankhamun - yang populer dikenal sebagai Raja Tut - yang meninggal pada abad ke-14 SM. Makam tersebut beserta seluruh isinya digali pada tahun 1922. Foto: REUTERS/Mohamed Abd El Ghany