Napak Tilas Sastra Lewat 60 Tahun Majalah Horison di TIM

Pengunjung menghadiri pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Pameran ini menghadirkan perjalanan panjang Majalah Horison sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan sastra Indonesia, dengan menampilkan beragam arsip yang merekam dinamika dunia literasi dari masa ke masa.

Tidak hanya menampilkan karya-karya yang telah dikenal luas, pameran ini juga mengangkat sisi lain berupa karya-karya yang jarang terekspos atau tidak sempat terpublikasi secara luas kepada publik.

Pengunjung tampak seksama melihat berbagai arsip Majalah Horison yang dipamerkan, mulai dari cerpen, puisi, hingga ilustrasi yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan majalah tersebut.

Sebanyak 360 edisi Majalah Horison dari koleksi PDS H.B. Jassin telah dikurasi, dengan pilihan karya dari periode 1966 hingga 1990 guna menggambarkan perkembangan estetika dan gagasan dalam dunia sastra Indonesia.

Selain itu, pameran ini juga menampilkan arsip foto dari Dewan Kesenian Jakarta yang merekam hubungan erat antara aktivitas kesenian di TIM dengan para tokoh di balik Majalah Horison.

Pengunjung menghadiri pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Pameran ini menghadirkan perjalanan panjang Majalah Horison sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan sastra Indonesia, dengan menampilkan beragam arsip yang merekam dinamika dunia literasi dari masa ke masa.
Tidak hanya menampilkan karya-karya yang telah dikenal luas, pameran ini juga mengangkat sisi lain berupa karya-karya yang jarang terekspos atau tidak sempat terpublikasi secara luas kepada publik.
Pengunjung tampak seksama melihat berbagai arsip Majalah Horison yang dipamerkan, mulai dari cerpen, puisi, hingga ilustrasi yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan majalah tersebut.
Sebanyak 360 edisi Majalah Horison dari koleksi PDS H.B. Jassin telah dikurasi, dengan pilihan karya dari periode 1966 hingga 1990 guna menggambarkan perkembangan estetika dan gagasan dalam dunia sastra Indonesia.
Selain itu, pameran ini juga menampilkan arsip foto dari Dewan Kesenian Jakarta yang merekam hubungan erat antara aktivitas kesenian di TIM dengan para tokoh di balik Majalah Horison.