Hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Aceh, Kelas Baru-Laboratorium!

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai merampungkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Aceh. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Pada 2025, program revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Aceh telah menjangkau 726 sekolah atau satuan pendidikan dari berbagai jenjang dengan total anggaran sekitar Rp 688,2 miliar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Revitalisasi satuan pendidikan mencakup seluruh jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Program revitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya telah menjangkau sebanyak 3 TK, 16 SD, 4 SMP, 4 SMA, dan 2 SMK. Sedangkan, di Bireuen mencakup 29 sekolah dengan total bantuan Rp 36 miliar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SMA Negeri 1 Peudada, Yuslina bersyukur bangunan sekolahnya yang sudah cukup lama mendapat perbaikan. Sekolahnya mendapatkan bantuan 4 ruang kelas baru, ruang perpustakaan, perbaikan toilet dan pembangunan 3 toilet baru, UKS, dan ruang BK. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Plt Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan, Leni menyampaikan sekolahnya dapat bantuan perbaikan ruang kelas, fasilitas perpustakaan, dan laboratorium komputer. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Tidak hanya menyasar pada murid, revitalisasi juga memperbaiki ruang kerja guru. Guru kini punya ruang kerja yang lebih memadai dan kondusif dan diharapkan bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas sebagai pendidik serta pengajar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SMA Negeri 3 Samalangga, Ira Novita menyatakan fasilitas yang direvitalisasi sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kini, sekolahnya punya ruang administrasi dan laboratorium IPA baru. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Istirarsyah menyebut, lingkungan sekolahnya kini lebih luas dengan tambahan fasilitas, seperti ruang sensori integrasi, ruang perpustakaan, UKS, dan ruang keterampilan. Fasilitas ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai merampungkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Aceh. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Pada 2025, program revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Aceh telah menjangkau 726 sekolah atau satuan pendidikan dari berbagai jenjang dengan total anggaran sekitar Rp 688,2 miliar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Revitalisasi satuan pendidikan mencakup seluruh jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan menengah, hingga pendidikan nonformal. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Program revitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya telah menjangkau sebanyak 3 TK, 16 SD, 4 SMP, 4 SMA, dan 2 SMK. Sedangkan, di Bireuen mencakup 29 sekolah dengan total bantuan Rp 36 miliar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SMA Negeri 1 Peudada, Yuslina bersyukur bangunan sekolahnya yang sudah cukup lama mendapat perbaikan. Sekolahnya mendapatkan bantuan 4 ruang kelas baru, ruang perpustakaan, perbaikan toilet dan pembangunan 3 toilet baru, UKS, dan ruang BK. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Plt Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan, Leni menyampaikan sekolahnya dapat bantuan perbaikan ruang kelas, fasilitas perpustakaan, dan laboratorium komputer. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Tidak hanya menyasar pada murid, revitalisasi juga memperbaiki ruang kerja guru. Guru kini punya ruang kerja yang lebih memadai dan kondusif dan diharapkan bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas sebagai pendidik serta pengajar. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SMA Negeri 3 Samalangga, Ira Novita menyatakan fasilitas yang direvitalisasi sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kini, sekolahnya punya ruang administrasi dan laboratorium IPA baru. Foto: BKHM Kemendikdasmen
Kepala SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen, Istirarsyah menyebut, lingkungan sekolahnya kini lebih luas dengan tambahan fasilitas, seperti ruang sensori integrasi, ruang perpustakaan, UKS, dan ruang keterampilan. Fasilitas ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi anak-anak berkebutuhan khusus. Foto: BKHM Kemendikdasmen