Ruang kelas Sekolah Darurat Kartini di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026), menjadi saksi semangat belajar anak-anak marginal yang tetap menyala di tengah keterbatasan.
Sekolah yang diasuh oleh guru kembar Sri Irianingsih dan Sri Rossyati ini telah berdiri sejak 1990 dan beberapa kali berpindah lokasi, mulai dari kolong tol hingga kini memiliki bangunan sederhana.
Sekolah Darurat Kartini memberikan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak usia 4 hingga 18 tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Sebelum memulai kegiatan belajar, para murid tampak membersihkan ruang kelas secara bersama-sama sebagai bagian dari pembelajaran kedisiplinan dan tanggung jawab serta sebelum memulai kegiatan murid murid mengawalinya dengan berdoa.
Tak hanya mengajarkan materi akademik, Sri Irianingsih dan Sri Rossyati juga membekali murid dengan keterampilan hidup, seperti memasak dan membuat kue, sebagai upaya menyiapkan kemandirian anak-anak di masa depan.
Dalam proses belajar mengajar, terlihat para murid mengikuti arahan guru kembar dengan serius.
Seluruh kebutuhan sekolah, mulai dari buku tulis, meja, kursi, hingga makanan untuk murid, sebagian besar dipenuhi secara mandiri oleh kedua guru kembar tersebut.
Meski kondisi ruangan minim pencahayaan dan sarana terbatas, antusiasme anak-anak untuk menerima pelajaran tetap tinggi.
Tampak Sri Irianingsih dan Sri Rossyati berpose bersama murid-muridnya dengan latar bangunan Sekolah Darurat Kartini yang sederhana namun penuh makna perjuangan pendidikan.