Talkback pada IFP adalah fitur aksesibilitas penting bagi penyandang gangguan penglihatan. Fitur ini dapat membacakan teks yang tampil di layar, dengan suara (text-to-speech). Saat pengguna menyentuh, menggeser, atau membuka aplikasi, fitur talkback akan memberikan umpan balik berupa suara. Seperti memakai HP raksasa. Foto: (Kemendikdasmen)
Gress Saputra dan Andi Valerio Ahmadinejad murid kelas 9A SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta mengaku IFP ini sangat membantu dalam belajar. "Pembelajaran dengan Papan Interaktif Digital ini lebih seru karena ada pembaca layarnya dan sistemnya Android. Jadi sama handphone, tapi ini lebih besar jadi lebih mudah lagi,” kata Valerio. Foto: (Kemendikdasmen)
Fachmi Budiansyah, guru di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, mengatakan bahwa Papan Interaktif Digital ini tidak hanya aksesibel untuk murid tunanetra, tetapi dengan fitur yang ada di perangkat tersebut juga sangat membantu guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih baik untuk murid tunanetra. "Siswa bisa berbagi layar. Di kelas saya ada 5 murid, layar mereka dapat disambungkan ke Papan Interaktif Digital ini, sehingga memudahkan guru untuk memonitoring hasil pekerjaan murid. Sebelumnya saya harus berkeliling satu-satu ke meja siswa. Jadi lebih efektif,” terang Fachmi. Foto: (Kemendikdasmen)