Kisah Toto Kloset dalam Potret, Sempat Gagal Dibuat 20 Ribu Kali

Pusat perusahaan kloset Toto berada di Kitakyushu, Jepang. Area perusahaan ini seluas tiga kali Tokyo dome dan di dalamnya terdapat Museum Toto. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Museum Toto didirikan pada 2017 untuk merayakan 100 tahun perusahaan ini. Semula, perusahaan tidak bernama Toto, melainkan Toyo Toki dan didirikan pada 15 Mei 1917. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Nama perusahaan berubah beberapa kali. Setelah Toyo Toki, kemudian menjadi TOTO Kiki, dan diubah lagi secara resmi menjadi TOTO pada 2007. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Pemandu museum mengatakan presiden pertama Toto adalah Kazuchika Okura (1875-1955). Ia adalah orang yang pertama kali membawa sistem kloset ke Jepang. Ia juga orang yang mempopulerkan sistem flush kloset di negeri sakura. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Ide tersebut berawal dari Kazuchika dan ayahnya yang terkesima dengan produk sanitasi keramik di luar negeri. Mereka lantas membuat kloset dengan uang mereka sendiri. Ketika dites, kualitas kloset buatan mereka ternyata lebih baik dari luar negeri sakura. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Seperti ini kloset dengan dudukan kayu pohon sakura yang diperjualbelikan pada 1927. Untuk memikirkan produksi kloset ini, dibutuhkan waktu selama 10 tahun. Kayu menggunakan kayu pohon sakura yang dikategorikan sangat mahal dan mewah saat itu. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Inilah kloset pertama yang menggunakan washlet di Jepang dan ditetapkan sebagai machine heritage. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Ini merupakan kloset pertama di Jepang. Kazuchika mengalami 20 ribu kali trial error dalam membuat kloset duduk bersistem flush. Namun, toilet ini 3-4 cm lebih tinggi dari karena mencontoh model Eropa. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Presiden pertama Toto membuat surat ke penerusnya bahwa yang paling penting adalah ketulusan. Ia juga berpesan agar hal ini diingat-ingat dalam bekerja. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Kunjungan ke Museum Toto merupakan salah satu bagian dari kunjungan industri yang diselenggarakan oleh Binus-ASO School of Engineering untuk mahasiswanya melalui program summer course di Jepang. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Sekarang Toto tengah dijabat oleh presiden ke-18 dan pesan presiden pertama tetap diturunkan secara turun temurun. Foto: Novia Aisyah/detikcom

Pusat perusahaan kloset Toto berada di Kitakyushu, Jepang. Area perusahaan ini seluas tiga kali Tokyo dome dan di dalamnya terdapat Museum Toto. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Museum Toto didirikan pada 2017 untuk merayakan 100 tahun perusahaan ini. Semula, perusahaan tidak bernama Toto, melainkan Toyo Toki dan didirikan pada 15 Mei 1917. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Nama perusahaan berubah beberapa kali. Setelah Toyo Toki, kemudian menjadi TOTO Kiki, dan diubah lagi secara resmi menjadi TOTO pada 2007. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Pemandu museum mengatakan presiden pertama Toto adalah Kazuchika Okura (1875-1955). Ia adalah orang yang pertama kali membawa sistem kloset ke Jepang. Ia juga orang yang mempopulerkan sistem flush kloset di negeri sakura. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Ide tersebut berawal dari Kazuchika dan ayahnya yang terkesima dengan produk sanitasi keramik di luar negeri. Mereka lantas membuat kloset dengan uang mereka sendiri. Ketika dites, kualitas kloset buatan mereka ternyata lebih baik dari luar negeri sakura. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Seperti ini kloset dengan dudukan kayu pohon sakura yang diperjualbelikan pada 1927. Untuk memikirkan produksi kloset ini, dibutuhkan waktu selama 10 tahun. Kayu menggunakan kayu pohon sakura yang dikategorikan sangat mahal dan mewah saat itu. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Inilah kloset pertama yang menggunakan washlet di Jepang dan ditetapkan sebagai machine heritage. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Ini merupakan kloset pertama di Jepang. Kazuchika mengalami 20 ribu kali trial error dalam membuat kloset duduk bersistem flush. Namun, toilet ini 3-4 cm lebih tinggi dari karena mencontoh model Eropa. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Presiden pertama Toto membuat surat ke penerusnya bahwa yang paling penting adalah ketulusan. Ia juga berpesan agar hal ini diingat-ingat dalam bekerja. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Kunjungan ke Museum Toto merupakan salah satu bagian dari kunjungan industri yang diselenggarakan oleh Binus-ASO School of Engineering untuk mahasiswanya melalui program summer course di Jepang. Foto: Novia Aisyah/detikcom
Sekarang Toto tengah dijabat oleh presiden ke-18 dan pesan presiden pertama tetap diturunkan secara turun temurun. Foto: Novia Aisyah/detikcom