Fosil Buaya Purba Mirip T Rex Ditemukan di Argentina

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Fosil buaya purba bernama Kostensuchus atrox ditemukan di Patagonia, Argentina. Hewan ini hidup sekitar 70 juta tahun lalu, menjelang akhir zaman dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni  

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Panjang tubuhnya diperkirakan 3–3,5 meter dengan berat 250 kilogram. Ia menjadi salah satu predator berbahaya yang hidup berdampingan dengan dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni  

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Kostensuchus memiliki lebih dari 50 gigi tajam mirip gigi T. rex. Rahangnya sangat kuat hingga mampu memangsa hewan besar dalam sekali gigitan. REUTERS/Alessia Maccioni  

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Nama ilmiahnya berarti “buaya angin buas”. Kata "Kosten" diambil dari bahasa Tehuelche yang berarti angin, sedangkan "atrox" berarti buas. REUTERS/Alessia Maccioni  

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Bentuk tengkorak dan tubuhnya menunjukkan bahwa buaya ini bisa berjalan di darat dengan postur lebih tegak dibandingkan buaya modern. REUTERS/Alessia Maccioni  

A plastic reproduction and the fossilized bones of the Kostensuchus atrox, an ancient crocodile that lived around 70 million years ago close to the end of the dinosaur era, discovered in Argentinian Patagonian area, are displayed at the Maimonides university, in Buenos Aires, Argentina, August 27, 2025. REUTERS/Alessia Maccioni

Penemuan ini memberi gambaran baru tentang ekosistem Patagonia di akhir zaman Kapur. Buaya purba ini ternyata ikut menjadi predator puncak selain dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni  

Fosil buaya purba bernama Kostensuchus atrox ditemukan di Patagonia, Argentina. Hewan ini hidup sekitar 70 juta tahun lalu, menjelang akhir zaman dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni  
Panjang tubuhnya diperkirakan 3–3,5 meter dengan berat 250 kilogram. Ia menjadi salah satu predator berbahaya yang hidup berdampingan dengan dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni  
Kostensuchus memiliki lebih dari 50 gigi tajam mirip gigi T. rex. Rahangnya sangat kuat hingga mampu memangsa hewan besar dalam sekali gigitan. REUTERS/Alessia Maccioni  
Nama ilmiahnya berarti “buaya angin buas”. Kata Kosten diambil dari bahasa Tehuelche yang berarti angin, sedangkan atrox berarti buas. REUTERS/Alessia Maccioni  
Bentuk tengkorak dan tubuhnya menunjukkan bahwa buaya ini bisa berjalan di darat dengan postur lebih tegak dibandingkan buaya modern. REUTERS/Alessia Maccioni  
Penemuan ini memberi gambaran baru tentang ekosistem Patagonia di akhir zaman Kapur. Buaya purba ini ternyata ikut menjadi predator puncak selain dinosaurus. REUTERS/Alessia Maccioni