Penampakan Bunga Rafflesia Kemumu yang Mekar di Bengkulu

Bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Sabtu (10/5/2025). Rafflesia Kemumu adalah spesies baru dari keluarga Rafflesiaciae yang baru ditemukan pada tahun 2017 oleh Guru Besar Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Agus Susatya. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/bar
Petugas konservasi mengukur diameter bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.
Bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Sabtu (10/5/2025). Rafflesia Kemumu adalah spesies baru dari keluarga Rafflesiaciae yang baru ditemukan pada tahun 2017 oleh Guru Besar Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Agus Susatya. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/bar

Pengunjung memotret bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring.

 
Bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, Sabtu (10/5/2025). Rafflesia Kemumu adalah spesies baru dari keluarga Rafflesiaciae yang baru ditemukan pada tahun 2017 oleh Guru Besar Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Agus Susatya. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/bar

Rafflesia Kemumu adalah spesies baru dari keluarga Rafflesiaciae yang baru ditemukan pada tahun 2017 oleh Guru Besar Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Agus Susatya.

 
Petugas konservasi mengukur diameter bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.
Pengunjung memotret bunga Rafflesia Kemumu yang mekar di kawasan Objek Wisata Air Terjun Palak Siring. 
Rafflesia Kemumu adalah spesies baru dari keluarga Rafflesiaciae yang baru ditemukan pada tahun 2017 oleh Guru Besar Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) Prof Agus Susatya.