Irak Perlihatkan Artefak Mesopotamia Kuno yang Dikembalikan AS

Menteri Luar Negeri Irak pada hari Senin (8/7/2024) memuji upaya bersama Kementerian Luar Negeri dan Kebudayaan yang berhasil memulihkan beberapa barang antik Irak. Beberapa barang berasal dari Mesopotamia kuno.

Barang-barang antik yang baru ditemukan itu diserahkan kepada Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani selama kunjungannya baru-baru ini ke AS. Artefak tersebut dipajang di Kementerian Luar Negeri Irak dan akan dipamerkan untuk umum di Museum Nasional Irak.

Artefak yang diselundupkan termasuk pecahan tembikar dengan batu tulis, tablet berhuruf paku, dan koin yang berasal dari peradaban Sumeria kuno, sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Benda-benda tersebut sangat berharga dan mengisi kekosongan pengetahuan Irak mengenai sejarah Irak dalam hal bahasa kuno dan perbuatan raja-raja Mesopotamia. Barang-barang antik Irak telah dijarah selama beberapa dekade akibat perang dan ketidakstabilan.

Setelah Perang Teluk tahun 1991 dan kekacauan yang terjadi setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, Museum Nasional Irak dijarah, ribuan peninggalan yang tak ternilai harganya hilang menyebabkan hilangnya koleksi museum yang berharga tetapi sebagian besar barang yang hilang dapat dipertanggungjawabkan.

Negara ini dipenuhi dengan situs arkeologi kuno yang hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada perlindungan sama sekali, namun pemerintah Irak perlahan-lahan memulihkan barang antik yang dijarah dalam beberapa tahun terakhir. Pemulihan warisan budaya Irak kini mendapatkan momentum dan UNESCO bekerja sama dengan pihak berwenang Irak untuk memulihkan lebih banyak artefak.

Artefak yang dijarah yang ditemukan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan Irak pada hari Senin. Bangsa Asyur adalah salah satu kerajaan paling awal dan paling ganas di dunia kuno.

Menteri Luar Negeri Irak pada hari Senin (8/7/2024) memuji upaya bersama Kementerian Luar Negeri dan Kebudayaan yang berhasil memulihkan beberapa barang antik Irak. Beberapa barang berasal dari Mesopotamia kuno.
Barang-barang antik yang baru ditemukan itu diserahkan kepada Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani selama kunjungannya baru-baru ini ke AS. Artefak tersebut dipajang di Kementerian Luar Negeri Irak dan akan dipamerkan untuk umum di Museum Nasional Irak.
Artefak yang diselundupkan termasuk pecahan tembikar dengan batu tulis, tablet berhuruf paku, dan koin yang berasal dari peradaban Sumeria kuno, sekitar 4.000 tahun yang lalu.
Benda-benda tersebut sangat berharga dan mengisi kekosongan pengetahuan Irak mengenai sejarah Irak dalam hal bahasa kuno dan perbuatan raja-raja Mesopotamia. Barang-barang antik Irak telah dijarah selama beberapa dekade akibat perang dan ketidakstabilan.
Setelah Perang Teluk tahun 1991 dan kekacauan yang terjadi setelah invasi pimpinan AS tahun 2003, Museum Nasional Irak dijarah, ribuan peninggalan yang tak ternilai harganya hilang menyebabkan hilangnya koleksi museum yang berharga tetapi sebagian besar barang yang hilang dapat dipertanggungjawabkan.
Negara ini dipenuhi dengan situs arkeologi kuno yang hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada perlindungan sama sekali, namun pemerintah Irak perlahan-lahan memulihkan barang antik yang dijarah dalam beberapa tahun terakhir. Pemulihan warisan budaya Irak kini mendapatkan momentum dan UNESCO bekerja sama dengan pihak berwenang Irak untuk memulihkan lebih banyak artefak.
Artefak yang dijarah yang ditemukan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan Irak pada hari Senin. Bangsa Asyur adalah salah satu kerajaan paling awal dan paling ganas di dunia kuno.